Ini Desa di Inggris yang Dijuluki Venesia Kecil

Written By admin on Selasa, 11 Juli 2017 | Juli 11, 2017


harian365.com - Desa Bourton di Inggris mendapat julukan sebagai 'Venesia Kecil', sebab punya kanal-kanal semacam di Italia. Tidak sedikit yang bisa dilihat di desa wisata ini.

Riuh rendah suara bebek serta burung flamingo menyeruak di antara keindahan desa Bourton-on-the-Water, cocoknya di kanal sungai Windrush. Para pengunjung dengan antusias menaburkan roti alias makanan kecil di sungai yang membelah desa berpenduduk kurang lebih 4000 orang ini. Bebek-bebek itu dengan sigap meringkus rempahan roti serta biskuit yang ditebar.

Kanal berair jernih dengan kedalaman hanya di bawah lutut orang dewasa itu membelah desa kecil yang diperkirakan didiami manusia kurang lebih 4.000 tahun sebelum masehi. Tidak sedikit pohon telah meranggas, menggugurkan daun-daunnya menyambut datangnya musim dingin, mesikipun beberapa pohon tetap berdaun lebat. Di segi kanal tersedia hamparan rumput hijau dengan bangku-bangku taman untuk menikmati pemandangan sungai.

Sekelompok wisatawan bergambar di jembatan kecil dengan tiang penyangga yang melengkung rendah sambil menaburkan makanan ke arah bebek-bebek di sungai. Kelompok wisatawan yang lain menyantap hidangan di teras restoran yang berjajar di sepanjang jalan kecil di segi kanal sambil menikmati pemandangan.

Vernes Restaurant & Tea Room merupakan salah satu restoran yang lumayan populer di sini. Terletak cocok di segi kanal, pengunjung bisa makan di teras restoran sambil menikmati pemandangan kanal. Menu yang tidak sedikit disediakan restoran di Bourton-on-the-Water merupakan makanan khas pedesaan Inggris semacam steak pie, sandwich, homemade jams, cake and bakery.

Walk like Gulliver

Jangan berhenti menikmati kanal yang jernih itu, Bourton-on-the-Water juga memperkenalkan tempat-tempat yang tidak kalah luar biasa. Ada Bourton-on-the-Water Model Village, Cotswold Motoring Museum, Taman Burung serta Bloody Bourton Walking Tours sejauh 7 kilometer.

Tak jauh dari kanal yang menjadi pusat atraksi, menyusuri jalan kecil di antara rumah-rumah khas pedesaan, terletak rumit Model Village. Model Village merupakan replika skala satu-banding sembilan dari desa Bourton-on-the-Water, yang berisi semua bangunan dari Old Water Mill (sekarang Museum Mobil) sampai Old New Inn.

Replika Desa Bourton ini rutin dikenal dengan pohon bonsai-nya yang rutin dirawat serta dipotong supaya tetap sesuai dengan skala. Replika desa ini tidak menampilkan mobil, kereta alias bentuk transportasi modern lainnya sebab mereka ingin menyaapabilan penampilan desa ini pada tahun 1930 sampai pemakaian bangunan pada masa kini.

Ada replika dua gereja yang indah, dengan alunan musik paduan suara terdengar dari dalam, juga ada kanal dari sungai Windrush, Old New Inn serta pastinya miniatur dari Model Village itu sendiri.

A house for motorized vehicles

Cotswold Motoring Museum tentu ada di urutan pertama dalam daftar tempat yang bakal Kamu kunjungi. Museum ini dipenuhi dengan koleksi mobil kuno, mobil serta sepeda motor klasik, karavan, pelat enamel asli, memorabilia serta koleksi mainan otomotif yang hebat bagi penggemar otomotif.

Anda bahkan bisa menonton suatu  motor legendaris Indian V Twin buatan tahun 1920. Ada juga suatu  motor bernama Brough Superior yang sempat memecahkan rekor kecepatan serta dijuluki sebagai 'Widow-Maker' sebab tidak sedikitnya korban tewas pada beberapa kecelakaan dengan motor ini, tergolong tokoh populer, Lawrence of Arabia alias T.E. Lawrence yang meninggal dengan motor Brough Superior SS100 miliknya yang ia juluki 'George V'.

Selain koleksi sepeda motor, ada lebih dari 30 mobil yang dipamerkan, koleksi mobil museum ini sangatlah unik. Mobil tertua yang dipamerkan dari tahun 1930 sampai tambahan terakhir, Mini Clubman dari tahun 1972. Dari mobil Jaguar yang ramping sampai Austins yang sporty dengan atap terbuka. Semua koleksi itu bakal mengangkat Kamu kembali pada masa di mana mengemudi merupakan suatu  kegemaran, bukan suatu  kewajiban sebagai sarana transportasi.

Koleksi mainannya tidak kalah lengkap. Kamu bakal diajak untuk mengenang masa kecil Kamu dengan pajangan mobil mainan yang antik. Museum ini memajang begitu tidak sedikit mobil mainan berpedal, sepeda serta mainan pesawat terbang. Ada pula mainan kuda goyang yang telah jarang ditemukan pada saat ini.

Apabila Kamu seorang penggemar model kit, museum ini bakal terasa semacam surga. Kamu bisa menonton tidak sedikit kayu, plastik serta logam kit yang telah dipasarkan selagi lima puluh tahun terakhir. Semuanya dikerjakan serta dicat dengan akurat oleh para ahli.

Berlangsung lebih jauh

Masih ada waktu? Sempatkanlah berkunjung ke Taman Burung CotsWold, suatu  taman burung seluas dua hektar yang didirikan pada tahun 1957 oleh seorang penggemar burung, Leonard W. Hill.

Taman burung ini dihuni kurang lebih 500 ekor burung dari 50 tipe burung. Mulai dari burung lokal sampai burung dari habitat tropis. Kamu bisa mengundang anak Kamu untuk memberi makan penguin, flamingo serta burung pelikan.

Usai memberi makan, ada baiknya menonton nenek moyang para burung mesikipun hanya berupa patung-patung dinosaurus, di taman Jurassic Journey. Anak Kamu bahkan bisa bermain layaknya seorang arkeolog yang sedang menggali serta mengekskavasi suatu  fosil.

Anda bisa juga mengundang keluarga untuk berpetualang di alam liar dengan berlangsung di Marshmouth Natural Reserve, suatu  kawasan terpencil seluas 2,5 are melewati rawa, kolam, padang rumput serta pepohonan dengan pemandangan Sungai Windrush.

Burung Kingfishers bisa dengan mudah ditemukan di kawasan ini dengan lebih dari 50 spesies burung lain, bersama dengan katak, rumput-ular, kumbang, capung serta beberapa tipe mamalia yang nasib di antara ratusan spesies tanaman.

Di suatu  tempat dengan nama Discovery, anak-anak bisa belajar bagaimana fauna semacam unggas, ikan sampai reptil bereproduksi serta meletakkan telur mereka. Sesi interaktif juga diadakan, jadi mereka bisa mengalami pertemuan dengan beberapa tipe kadal serta ular dari jarak dekat.

Masih belum puas? Bourton-on-the-Water memiliki jalur jalan kaki sejauh 7 Km untuk memuaskan keingintahuan Anda. Bersiaplah menelusuri Bloody Bourton Walk sebab jalur ini mungkin saja berlumpur serta melelahkan di beberapa tempat semacam di padang rumput desa kecil di Wyck Rissington.

Anda bakal diajak menyusuri suasana pedesaan Bourton, menyeberangi tiga sungai kecil, suatu  csupaya alam serta memasuki labirin di suatu  gereja. Faktor yang butuh diperhatikan merupakan tidak ada toilet umum di sepanjang jalur perjalanan ini jadi bakal lebih baik bila Kamu menuntaskan semua urusan toilet sebelum berangkat.

Apabila berlangsung bersama seorang tour guide, bisa jadi perjalanan ini bakal membahagiakan sebab rata-rata tour guide di sana memiliki selera humor yang baik serta dirinya juga tidak sedikit menceritakan mengenai legenda mengenai penyihir alias makhluk astral lainnya.

Kami mulai berlangsung dari Pusat Info Pengunjung menyusuri tepian sungai Windrush menuju satu tahap pedesaan dengan rumah-rumah kuno bersejarah. Kita semakin berlangsung melewati suatu  jalan setapak berbatu serta menemui suatu  rumah tepencil yang sebagian terkendala oleh rimbunnya pepohonan, lalu berbelok ke kiri serta kemudian seusai beberapa ratus meter berbelok tajam ke kanan serta masuk suatu  padang rumput dengan hutan kecil di segi kiri lalu menyeberangi sungai dengan jembatan kayu panjang.

Kami semakin berlangsung sambil sesekali tertawa sebab pemandu kami, Edward, rutin menghibur dengan cerita lucu serta juga hal-hal unik yang sempat terjadi di desa ini.

Tak lama, suatu  sertaau kecil membentang di depan kami, sertaau kecil yang sangat indah. Air sertaau itu berwarna hijau kebiruan dengan ranting-ranting pohon di kurang lebihnya yang menjulur ke permukaan air. Tidak bisa berlama-lama menikmati keindahan serta kesunyian sertaau itu, kita wajib segera melangkahkan kaki kembali menyusuri jalan setapak di segi kiri sertaau serta kembali meniti suatu  jembatan kayu yang lebih lebar untuk menyeberang sungai serta menemui gerbang besi.


Memasuki suatu  hutan seusai gerbang logam itu, menyusuri suatu  jalur sempit dengan sertaau yang lebih besar di segi kanan. Indah sekali. Beberapa pohon menguning dedaunnya, meranggas serta menggugurkan daunnya, sementara tetap tidak sedikit pohon yang lain berdaun lebat serta hijau.

Gabungan yang kontras namun harmonis. Selepas hutan itu , lagi-lagi kita menyeberangi suatu  jembatan kayu serta berlangsung menyusuri padang rumput serta psupaya batu di segi kanan kami. Tidak jauh berlangsung, kita memanjat suatu  tangga kayu kecil melompati psupaya serta kembali ke jalan raya menuju pusat desa Bourton.

Melelahkan? Tidak. Sebab sepanjang jalan dengan pemandangan indah itu kita dihibur dengan cerita lucu serta menyeramkan.




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger