Home » , , , , , , , , , , , » Ini Alasan Ilmiah Kenapa Fried Chicken Rasanya Enak dan Aromanya Kadang Seperti Ikan

Ini Alasan Ilmiah Kenapa Fried Chicken Rasanya Enak dan Aromanya Kadang Seperti Ikan

Written By admin on Sabtu, 22 Juli 2017 | Juli 22, 2017


harian365.com - Selama ini orang hanya menikmati kelezatan rasa fried chicken. Ilmuwan pun mengungkapkan argumen dibalik nikmatnya ayam goreng.

Dalam video berjudul 'Fried Chicken's Deliciousness, Explained, pakar dari American Chemical Society membahas kenapa menggoreng ayam di minyak panas dapat menghasilkan rasa unik, sebut laporan The Daily Mail (19/7). Tim tersebut juga memakai performa mereka dalam kimia untuk membahas mengapa kadang fried chicken mengeluarkan aroma amis yang aneh.

Dalam video, para pakar membahas bahwa ketika daging telah dimarinasi serta diberi tepung, sewajibnya digoreng dengan suhu 150-190 derajat Celcius. Suhu ini menyebabkan minyak memproduksi senyawa yang dikenal dengan trigliserida.



'Ini merupakan komponen mutlak dari lemak tubuh manusia sehingga semacam yang Kamu bayangkan, ini tidak membikin ayam goreng makanan piknik paling sehat. Tapi kami di sini untuk rasanya," ujar para ilmuwan.

Penyuka ayam sewajibnya mencari gelembung yang mulai timbul dikurang lebih ayam ketika api menyala. Dikenal sebagai 'rapid fire bubbles', gelembung itu terbentuk dari air yang keluar dari sel-sel ayam. 

Gelembung membentuk lapisan uap pelindung dikurang lebih ayam. Ini menghentikan minyak menembus ayam ketika digoreng.

Hal pertama yang butuh dilihat merupakan gelembung yang mengitari ayam saat digoreng. "Proses ini sangat penting dalam mengekstrak air dari makanan yang digoreng serta memberi sensasi renyah pada adonan tepung," tambah ilmuwan itu.

Mereka juga membahas mengapa menggoreng ayam kadang dapat menghasilkan zat kimia yang mempunyai aroma amis.

Aroma tidak sedap dihasilkan ayam yang melewati suatu  proses oksidasi. Ini terjadi ketika makanan bereaksi dengan oksigen di udara. 


"Sementara fried chicken yang agak kecokelatan mempunyai rasa nutty, buttery yang enak, oksidasi dari asam lemak tertentu semacam asam linoleat dapat menghasilkan senyawa volatil yang berbau serta mudah menyebar ke udara serta masuk ke hidung Anda," ujar ahli.

Senyawa volatil yang diproduksi oleh oksidasi asam lemak tergolong aldehida serta asam karboksilat, yang keduanya punya aroma pekat.

"Volatil ini dapat hebat aroma enak dari ayam serta menukarnya dengan aroma amis," sebut ilmuwan.


Untuk menanggulangi ini, sebaiknya ayam digoreng memakai deep fryer (penggorengan dalam) yang membikin daging sangatlah tenggelam dalam minyak. Ini bakal mengurangi jumlah oksigen yang mencapai daging dimana berarti lebih sedikit oksidasi terjadi.

Peggantian minyak dengan cara teratur jiga dapat menolong menjaga rasa. Sebab ini dapat menolong membawa asam lemak yang bertumpuk ketika ayam digoreng.




Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger