Home » , , , , , , , , , , » Ini Alasan Bumil Harus Kontrol Asupan Makanan Manis Saat Hamil

Ini Alasan Bumil Harus Kontrol Asupan Makanan Manis Saat Hamil

Written By admin on Senin, 10 Juli 2017 | Juli 10, 2017


harian365.com - Nafsu makan saat mengandung boleh melonjak. Bakal tetapi ini masih wajib dikendalikan, terutama pada tipe makanan tertentu semacam makanan alias minuman manis.

Alasannya, suatu  penelitian terakhir berbicara bunda hamil yang terlalu tak sedikit mengonsumsi makanan alias minuman manis maupun yang berpemanis buatan berisiko melahirkan anak dengan alergi alias asma.

Gagasan untuk meneliti faktor ini timbul sebab tingginya jumlah anak pengidap sesak napas di negara-negara Barat. Untuk sekarang WHO mencatat 235 juta anak di seluruh dunia mengidap asma. Angka ini diperkirakan naik menjadi 400 juta di tahun 2025.

"Tetapi hingga sekarang kita belum tahu apa penyebabnya. Hanya saja kita menduga ini ada kaitannya dengan perubahan pola makan, mengingat konsumsi gula (baik yang alamiah maupun buatan) serta sirup jagung berfruktosa tinggi meningkat dalam kurun yang sama," kata peneliti Annabelle Bedard dari Queen Mary University of London.


Timnya kemudian memantau lebih dari 9.000 pasangan bunda serta anak yang lahir di tahun 1990-an serta menghitung asupan gula si bunda selagi kehamilan melewati kuesioner. Lalu hasilnya dibandingkan dengan diagnosis alergi serta sesak napas pada anak-anak mereka mulai usia 7 tahun. 

Faktanya, 62 persen anak tak mengidap alergi, tetapi sisanya menunjukan satu-dua gejalanya, di antaranya 22 Persen mengidap alergi, 16 persen eksim, 12 persen asma, 11 persen mengi serta 9 persen alergi rhinitis (hay fever).

Akan tetapi bila dibandingkan antara bunda yang mengonsumsi gula paling sedikit selagi kehamilan (tidak lebih dari 34 gram alias 7 sendok teh sehari) serta yang mengonsumsi gula paling tak sedikit (82-345 gram alias 16-69 sendok teh sehari), maka anak dari bunda yang konsumsi gulanya paling tinggi berisiko 73 persen lebih tak sedikit untuk mendapatkan diagnosis alergi, pada satu allergen alias pemicu maupun lebih.


Anak-anak ini juga mempunyai risiko 101 persen lebih tak sedikit untuk menderita sesak napas dibandingkan anak-anak dari bunda yang konsumsi gulanya paling sedikit saat mengandung.

"Tetapi kita tak berbicara ini tentu terjadi. Dapat saja sebab kebetulan saja. Kendati begitu dengan menonton tingginya risiko yang ditemukan, kita nampaknya butuh meperbuat penggalian lebih mendalam," imbuh Bedard.


Secara umum, WHO sudah merekomendasikan pembatasan asupan gula pada bukan saja bunda hamil tetapi semua orang. Tetapi terutama pada bunda hamil, faktor ini wajib menjadi perhatian sebab makan sehat (tergolong mengurangi gula) diperlukan untuk mengurangi risiko diabetes gestasional alias diabetes saat kehamilan yang lazimnya terjadi pada bunda dengan kelebihan berat badan.

"Keadaan ini dapat menambah risiko bayi lahir terlalu besar, persalinan caesar serta preeklamsia," tambahnya semacam dilaporkan CNN.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger