Home » , , , , , , , , , » Ingin Tubuh Kencang Seperti Instruktur Fitness? Ini Rahasianya

Ingin Tubuh Kencang Seperti Instruktur Fitness? Ini Rahasianya

Written By admin on Senin, 24 Juli 2017 | Juli 24, 2017


harian365.com - Untuk memperoleh tubuh yang langsing terbukti bukan perkara yang mudah. Tetapi seusai sukses memperoleh tubuh ideal, nyatanya tetap ada persoalan yang menantikan yaitu kulit yang kendur serta terkesan bergelambir.

Demikian faktor ini juga sempat dirasakan oleh praktisi gaya nasib sehat Jemima Djatmiko. Walau dijuluki perempuan paling bugar se-Indonesia usai menjuarai suatu  kompetisi kebugaran, Jemima juga sempat mengalami punya tubuh gemuk.

Perempuan yang juga seorang instruktur crossfit ini, sejak kecil sampai kuliah telah bertubuh besar dengan berat badan 76 kg. Kemudian ia mulai meperbuat olahraga lari tetapi tetap merasa tak lebih maksimal jadi butuh didukung juga dengan latihan beban.

"Buat tubuh lebih kencang yang tentu itu angkat beban sih. Wajib lifting weight. Saya mulainya terbukti di lari. Paling ringkas itu lari, cardio untuk lose weight. Tapi saya nggak angkat beban jadi badan saya kendor nggak kencang," ucap wanita kelahiran tahun 1980 itu terhadap harianhealth.

"Nah angkat beban sedikit-sedikit dengan functional movements, body weight dulu habis itu mulai tambah beban sedikit-sedikit," tambah Jemima.


Bila belum tahu tutorial latihan angkat beban semacam apa, Jemima menyarankan untuk mengikuti kelas yang disediakan di pusat-pusat kebugaran. Karena menurutnya latihan ini mempunyai konsentrasi melatih otot dengan cara spesifik.

"Kan tak sedikit kini di gym-gym nawarin kelas kayak body pump, alias apa. Ikut bersama kelas yang ada instruktur tapi tetap wajib ada latihan beban untuk mengencangkan otot," terang Jemima.

Jemima meningkatkankan, agar manjur, ada 3 faktor yang wajib diperhatikan, yakni semakin selalu berolahraga, nutrisi yang benar serta seimbang, kemudian terbaru istirahat yang cukup.


"Karena kalau salah satu dari ketiga ini tak lebih tentu tak lebih manjur, tak lebih makan ototnya nggak terbentuk, tak lebih tidur badannya capek jadi nggak dapat bakar lemak, metabolismenya lambat," imbuhnya.

Untuk asupannya sendiri, Jemima menyarankan untuk menghindari makanan yang diproses. Misal makanan yang ada kandungan tepungnya. "Jadi yang dapat diambil dari alam langsung dimakan. Kalaupun dimasak, dengan olive oil," pungkas Jemima.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger