Home » , , , , , , , , » Ingin Cepat 'Sembuh' dari Penyakit Autoimun? Ini Saran Dokter

Ingin Cepat 'Sembuh' dari Penyakit Autoimun? Ini Saran Dokter

Written By admin on Senin, 24 Juli 2017 | Juli 24, 2017


harian365.com - Autoimun merupakan penyakit di mana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringan tubuh orang itu sendiri. Meskipun wajib melewati ratusan obat-obatan serta terapi terlebih dahulu, tak sedikit orang yang sukses menekan penyakit tersebut dengan cukup cepat. Bagaimana caranya?

Prof Harry Isbagio, SpPD-KR, saat ditemui harianhealth di agenda 'Inilah Wajah Autoimun' di Grand Indonesia Fountain Atrium, Jakarta, baru-baru ini, membahas bahwa setiap orang yang mempunyai autoimun punya tingkatan yang tak sama-beda.

"Lupus ada yang ringan, hanya sendi alias kulit yang kena tapi ga kena ke organ lain, tapi ada yang berat. Pastinya yang ringan lebih cepet remisi dari yang berat," kata ahli rheumatologi yang bersahabat disapa Prof Harry ini.


Tapi tenang saja, keduanya tetap mempunyai peluang untuk memperoleh remisi dari penyakit tersebut. Prof harry pun memberikan nasihat yang sama. Trik pertama, menurut dokter yang berpraktek di Thamrin Hospital Salemba ini merupakan jangan meperbuat pengobatan sesuai kemauan sendiri. Kamu wajib berobat teratur ke dokter yang terbukti terbiasa mengobati penyakit autoimun.

Penyakit autoimun terbukti tak sempat sangatlah dapat sembuh. Tetapi dengan penanganan tertentu, penyakit tersebut dapat mengalami remisi alias ditekan jadi tak menyebabkan persoalan bagi kesehatan.

Selain itu, ia juga meningkatkankan supaya tak terbujuk rayuan iklan semacam suplemen alias pengobatan herbal yang dapat menyembuhkan. "Tidak sedikit permasalahan sebetulnya mau remisi tapi sebab bujukan 'makan ini itu kelak sembuh' nyatanya seusai berenti makan obat akhirnya timbul lagi penyakitnya," tambahnya.


Selanjutnya, Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengingatkan untuk rutin menghindari makanan yang ditambahkan dengan bumbu instan. Sebab, pencetus autoimun merupakan beberapa zat kimia, sebab itu hindari pengunaan zat kimia di dalam makanan.

Terbaru dengan mempunyai jiwa serta raga yang rutin sehat. "Jangan tak sedikit berpikir, percaya bahwa penyakit dapat dikontrol pengobatan modern serta dapat dicover BPJS," katanya. Di samping itu, pastikan ketika bekerja penyintas autoimun juga wajib menyesuaikan aktivitas. Pria yang nyatanya juga penyintas arthritis rheumatoid ini mengusulkan untuk tidur mininal 8 jam per harinya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger