Home » , , , , , , , , , , , » hati! Stres Bikin Pasien Penyakit Jantung Meninggal Lebih Cepat

hati! Stres Bikin Pasien Penyakit Jantung Meninggal Lebih Cepat

Written By admin on Selasa, 04 Juli 2017 | Juli 04, 2017


harian365.com - Bahaya stres bagi pasien jantung lumayan fatal. Menurut penelitian terakhir dari Australia, stres bisa memperparah kondisi penyakit yang diidap, bahkan menambah risiko kematian.

Dr Ralph Stewart, ahli kesehatan jantung dari Auckland City Hospital serta University of Auckland, meperbuat penelitian terhadap 950 partisipan asal Australia serta Selandia Baru. Ditemukan bahwa stres, depresi sampai rasa cemas berlebih bisa membikin pasien penyakit jantung meninggal lebih cepat.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Hearth menyebut kurang lebih 4 persen partisipan mempunyai persoalan kejiwaan semacam stres, depresi serta gangguan cemas. Bagi mereka yang mengalami persoalan kejiwaan tersebut, risiko kematian dampak serangan jantung 4 kali lebih besar.


Tak hanya itu, peneliti juga menyebut mereka berisiko 3 kali lebih besar meninggal dalam jangka waktu 12 tahun ke depan dibandingkan dengan partisipan yang tak mempunyai persoalan kejiwaan. Peningkatan risiko tak ditemukan pada pasien jantung yang mempunyai persoalan kejiwaan kategori rendah.

"Penelitian ini membuktikan bahwa dalam jangka panjang, beban mental lebih berbahaya bagi pasien penyakit jantung," tutur Dr Ralph, dikutip dari Reuters.


"Sampai sekarang kita belum mengenal apakah memberbagi penanganan pada persoalan kejiwaan yang dialami bisa menurunkan risiko kematian. Tetapi berdasarkan bukti-bukti yang ada, sangat baik bagi pasien penyakit jantung untuk menghindari serta stres mengelolanya dengan baik," tambahnya.

dr Gjin Ndrepepa dari German Hearth Center Munich berbicara stres yang dirasakan bisa menambah tekanan darah, kolesterol sampai gula darah seseorang. Stres juga bisa membikin seseorang lebih ingin merokok, minum alkohol serta bermalas-malasan.

"Stres diketahui membikin penyakit berkembang lebih cepat. Sebab itu saya percaya pasien jantung yang mengalami depresi sewajibnya juga mendapat penanganan untuk persoalan kejiwaannya," ungkap dr Ndrepepa mengomentari penelitian ini.




Sumber : harianhelath

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger