Hati-hati! Sindrom Patah Hati Bisa Sebabkan Kematian

Written By admin on Minggu, 09 Juli 2017 | Juli 09, 2017


harian365.com - 'Sindrom patah hati' yang biasa terjadi pada orang pasca putus cinta dapat Menyebabkan kematian. Faktor ini dipicu oleh tekanan emosional yang memkurang baik yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada manfaat tubuh.

Dikutip dari Huffington Post, kurang lebih tiga ribu orang per tahun di Inggris menderita sindrom tersebut, biasanya dikenal dengan sindrom Takotsubo.

Gejala sindrom patah hati ini mirip dengan gejala serangan jantung, serta tak sedikit menyerang para wanita. Tak sedikit yang mengira sindrom ini bakal pulih dengan sendirinya, tetapi menurut penelitian tak semacam itu.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal American Society of Echocardiography melibatkan 52 pasien Takotsubo selagi empat bulan. Mereka memakai ultrasonografi serta pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) jantung untuk menonton manfaatnya.

Hasil menunjukkan bahwa sindrom tersebut dengan cara permanen mempengaruhi gerakan pemompa jantung, menunda gerakan memutar serta meremas yang diperbuat jantung selagi jantung berdetak.


Gerakan meremas jantung juga bakal bertidak lebih, sementara tahap otot jantung mengalami jaringan parut yang dapat mempengaruhi elastisitas jantung serta mencegahnya berdetak dengan benar.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit ini mempunyai efek merusak jantung lebih lama," ucap Dr Sertaa Dawson, pembaca obat kardiovaskuler di Universitas Aberdeen.


Hasil penelitian menunjukkan angka antara 3-17 persen orang dengan sindrom ini meninggal dalam waktu lima tahun seusai didiagnosis. 90 persen pasiennya merupakan wanita serta pemicunya merupakan stres.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger