Home » , , , , , , , , , » Harapan Kakak Usai Arie yang Tanam Ganja Demi Istri Bacakan Pleidoi

Harapan Kakak Usai Arie yang Tanam Ganja Demi Istri Bacakan Pleidoi

Written By admin on Selasa, 25 Juli 2017 | Juli 25, 2017


harian365.com - Fidelis Arie Sudewarto atau Nduk memberi tau nota pembelaan (pleidoi) pribadinya di depan mejelis hakim pada Rabu (19/7). Pada acara sidang pembelaan itu, Arie membacakan pleidoi berjudul 'Surat untuk Istipsu Tercinta, Yeni Riawati'.

Pihak keluarga membenarkan soal isi pembelaan yang disampaikan Arie di persidangan. Kakak kandung Arie, Yohana L. A. Suyati berharap pleidoi yang dibacakan Arie menjadi bahan pertimbangan majelis hakim untuk meringankan, bahkan membebaskan sosok pria yang menanam ganja untuk mengobati istrinya itu.

"Perjalanan permasalahan yang terkait pembelaan terbukti semacam itu yang terjadi. Andalan kita semoga bisa menjadi bahan pertimbangan supaya diberi vonis tidak jarangan mungkin atau leluasa murni," kata Yohana saat dihubungi, Selasa (25/7/2017).

Yohana mengungkapkan, Arie pernah menangis saat membacakan pembelaannya tersebut di depan majelis hakim. Pengunjung sidang pun, yang mengenal lika-liku perjalanan permasalahan Arie ikut menangis.

"Kalau Fidelis sendiri beberapa kali terhenti saat membacakan sebab menangis. Pengunjung di sidang yang ikut mendengarkan, apalagi yang tahu kronologi serta yang ikut mengantar ke sana ke mari juga ikut terharu serta ikut menangis," ucap Yohana.

Salah satu argumen keluarga ingin Arie dibebaskan sebab ia tidak terbukti menjual, mengedarkan, hingga mengonsumsi ganja. Ganja yang ditanam untuk mengobati almarhumah istrinya, Yeni, sebab beberapa macam tutorial pengobatan telah ditempuh, tetapi tidak sukses.

"Dalam fakta persidangan saksi serta penyidik berbicara ia tidak terbukti menjual, mengedarkan, memakai. Semua yang ditanam untuk pengobatan istrinya yang itu diperbuat seusai pengobatan ke sana ke mari tidak sembuh," terangnya.

Kini, keluarga tinggal menantikan putusan majelis hakim saat sidang vonis Arie tanggal 2 Agustus di Pengadilan Negeri Sanggau, Kalimantan Barat. Semacam diketahui, dalam awal pleidoinya Arie memberi tau, sejak ditahan pada 19 Februari 2017 oleh BNN, dirinya tidak lagi bisa berada di samping istrinya yang sakit. Bahkan hingga Yeni meninggal dunia.


"Padahal, selagi ini sayalah yang paling mengerti serta memahami mengenai kondisi serta kondisi istri saya. Penahanan terhadap saya membikin saya tidak punya peluang untuk membahas tidak sedikit faktor terhadap istri saya," tulis Arie sebagaimana dilihat dari dinding Facebook milik anak buah Komisi III DPR, Erma Suryani Ranik, Senin (24/7).

Arie berbicara hanya bisa mencurahkan perasaannya dalam tulisan-tulisan di suatu  buku. Tulisan itu lalu dirangkumnya menjadi surat untuk istrinya. Surat ini sehingga tahap paling penting dalam pleidoi yang dibacakannya dalam ruang sidang pada Rabu itu.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger