Flakka 'Zombie' dan Indonesia Darurat Narkoba

Written By admin on Sabtu, 22 Juli 2017 | Juli 22, 2017


harian365.com - Presiden Joko Widodo kembali menunjukkan ketegasannya dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Dirinya meminta Polri serta BNN bertindak tegas terhadap para pengedar narkoba. Sayang, narkoba mematikan tipe Flakka malah masuk ke Indonesia.

Masuknya Flakka dipastikan sendiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas). Faktor ini dibuktikan dengan hasil uji laboratorium yang diperbuat BNN.

"Telah masuk di Indonesia ini dari pembuktian laboratorium kita. Serta kalau yang lalu kami tetap ragu-ragu, tapi kemarin kami telah nyatakan bahwa Flakka telah masuk ke Indonesia," ucap Buwas saat ditemui di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (21/7/2017).

Buwas menyebut Flakka sebagai tipe narkotika yang mempunyai efek sangat menarik. Penggunanya bisa dibangun hilang kesadaran layaknya orang kesurupan hingga merasa tidak lagi semacam manusia.

"Akibat semacam yang ada di Youtube-youtube yang dilihat. Orang-orang ini telah abnormal lagi semacam orang kesurupan, semacam orang gila, orang yang tidak ada sama sekali rasa sebagai manusia," jelas Buwas.

Buwas berharap masyarakat bersinergi dengan kemeterian alias lembaga terkait untuk mewaspadai masuknya Flakka di Indonesia. "Sebab ini telah mulai masuk, kami wajib antisipasi terhadap ancaman yang sekarang beredar. Serta ini tentu para pengedar serta pengguna adiktif mencari Flakka ini," ungkapnya.

Kepala BNN menyebut pangsa pasar peredaran narkoba mulai pindah ke Indonesia menyusul kerasnya penegakan hukum di Filipina seusai kepemimpinan Presiden Rodrigo Duterte. Presiden Duterte memerintahkan polisi untuk menembak siapapun yang terindikasi narkoba apabila meperbuat perlawanan terhadap petugas.

"Sekarang dari akibat penegakan hukum di Filipina yang sangat drastis, jaringan-jaringan di Filipina ini sekarang ada di Indonesia serta pasar di Filipina dilempar ke Indonesia," kata Buwas.

Presiden Joko Widodo pun telah menyebutkan Indonesia darurat narkoba. Telah ada 18 orang bandar narkoba yang dieksekusi mati selagi pemerintahan Jokowi. 


Tidak lumayan hingga di situ, Jokowi meminta Polri serta BNN bersikap lebih tegas dengan tidak segan menembak mati pengedar narkoba dari luar negeri yang meperbuat perlawanan.

"Sekarang terbukti Polri, BNN betul-betul tegas. Telah lah tegasin saja, khususnya pengedar narkoba asing yang masuk kemudian sedikit melawan telah langsung ditembak saja. Jangan diberi ampun," tegas Jokowi saat memberi tau sambutan di penutupan Mukernas PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7).

Sikap tegas itu diambil sebab Jokowi mekualitas kondisi peredaran narkoba sekarang telah sangat mengkhawatirkan. "Betul-betul berada di posisi darurat narkoba ini," imbuhnya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger