Home » , , , , , , , , , » Dukungan yang Dibutuhkan Saat Mengandung Anak dengan Potensi Disabilitas

Dukungan yang Dibutuhkan Saat Mengandung Anak dengan Potensi Disabilitas

Written By admin on Selasa, 11 Juli 2017 | Juli 11, 2017


harian365.com - Tidak sedikit bunda yang takut melahirkan anak dengan kecacatan alias disabilitas. Sedikit tidak sedikit ini juga dipengaruhi oleh tenaga medis yang kerap berkata mengenai bahaya alias risiko melahirkan anak dengan kondisi tertentu semacam itu.

Tetapi tutorial tenaga medis mengutarakan kekhawatiran ini ternyata tidak disepakati oleh seorang bunda dari Inggris bernama Sarah Roberts. Sarah sendiri mempunyai seorang anak laki-laki yang terlahir dengan down syndrome bernama Oscar.

Wanita asal Woking, Surrey itu pun memberi tau apa yang menjadi uneg-unegnya mengenai faktor itu lewat media sosial, yaitu Facebook. 

"Apabila Kamu menonton di kamus, risiko merupakan situasi yang menimbulkan kemungkinan bahaya. Tetapi setahu saya, mempunyai Oscar tidak memberbagi bahaya pada siapapun, apalagi saya," tulisnya semacam dikutip dari laman Facebook-nya, Dont' Be Sorry.


Sarah mengaku terdorong untuk menulis demikian seusai mendengar cerita dari salah seorang rekannya. Rekan Sarah itu bercerita bahwa ia baru saja meminta bidannya untuk mengganti kata 'risiko' yang dipakainya ketika berkata mengenai tes yang baru saja dilakoninya. 

Kebetulan rekan Sarah tersebut baru saja menjalani tes skrining untuk mengenal risiko down syndrome pada janin yang dikandungnya.

"Jadi saya kira, serta saya yakin tidak sedikit orang tua dari anak down syndrome juga sepakat, apabila sebaiknya mereka mengganti kata 'risiko' dengan 'peluang' saja," imbuh Sarah.

Ia berharap artikelnya ini bakal mengingatkan para tenaga medis mengenai kata-kata apa saja yang baik dipakai ataupun tidak di hadapan pasiennya, karena bagaimanapun itu juga mempengaruhi psikis mereka.


Tak disangka-sangka oleh Sarah, artikel yang disertai dengan gambar Oscar (5) serta baru diunggah pada 4 Juli lalu itu menuai pujian dari tidak sedikit pihak. Selain sesama orang tua tetapi juga para profesional di bidang kesehatan. Bahkan artikel tersebut sudah dibagi sampai lebih dari 4.000 kali.

Salah satu dari sekian tidak sedikit komentar yang masuk datang dari seorang dokter anak. "Saya dokter anak (dan orang tua). Sejujurnya belum sempat terpikirkan oleh saya mengenai faktor ini sebelumnya tetapi saya sangat setuju. Saya bakal lebih bijaksana dalam berkata seusai membaca ini. Terima kasih sudah mengingatkan," tulisnya.


Komentar lain datang dari seorang perawat. "Artikel Kamu membikin saya berpikir bahwa 'risiko' merupakan kata yang susah serta tidak terdengar membahagiakan sama sekali. Artikel Kamu sudah membikin saya ingin mempertimbangkan kembali apa yang wajib saya katakan terhadap pasien saya kelak. Pesan Kamu bakal berkegunaaan bagi seluruh tenaga medis," tuturnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger