Home » , , , , , , , , » Djarot Pamer Kebijakan Lingkungan DKI di Depan Para Kepala Daerah

Djarot Pamer Kebijakan Lingkungan DKI di Depan Para Kepala Daerah

Written By admin on Sabtu, 08 Juli 2017 | Juli 08, 2017


harian365.com - Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menghadiri pertemuan untuk mempresentasikan Dokumen Info Kinerja Pengelolaan Lingkungan Nasib Daerah (DIKPLHD) Provinsi DKI Jakarta. Pemaparan ini nantinya bakal dilombakan antar provinsi se-Indonesia dalam Niwasista Tantra Award 2017.

Dalam pertemuan itu antara lain mengulas beberapa kebijakan yang telah diperbuat tiap daerah dalam membangun lingkungan nasib yang lebih baik.

"Saya hinggakan faktor semacam ini sebagai pembelajaran bagi kami semua agar masing-masing daerah share pengalaman atas kebijakan-kebijakan serta sikap kepempinan atas pembangunan lingkungan nasib," kata Djarot di Ruang Rimbawan IIIB Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).

"Sehingga apa yang baik di satu daerah, kebijakan yang baik, sikap yang baik itu bisa ditularkan, bisa direplikasi di daerah yang lain. Ini levelnya provinsi," sebutnya.

Untuk DKI Jakarta sendiri, Djarot memaparkan beberapa faktor soal lingkungan nasib, antara lain kebijakan soal sampah, kebersihan sungai hingga banjir.

"Kita berbagi penjelasan serta dewan pekualitas kan sebagian besar orang Jakarta, itu bisa merasakan perubahan yang ada di Jakarta khususnya dari sudut kebersihan sungai, waduk, situ, taman, pengolahan sampah ya kemudian persoalan transportasi ada perubahan semakin pemukiman yang lebih sehat serta mengenai banjir. Ada 5 sudut itu yang kami jelaskan," jelas Djarot.


"Kami nggak mikirin persoalan bisa alias tak bisa (award). Tapi yang butuh kami hinggakan bahwa apa yang dianggap baik di Jakarta monggo silahkan bisa ditiru di tak sedikit daerah. Sebab kami telah menerapkan bahwa Jakarta itu open government," ujarnya.

Selain itu, Djarot menyebut keunggulan Jakarta dibanding daerah lain tercermin dalam program pasukan pelangi, sistem aduan Qlue serta normalisasi sungai.

"Tapi yang kami hinggakan merupakan kayak normalisasi sungai, membuat pasukan-pasukan pelangi, kemudian sistem komplain dengan melewati Qlue. Yang lainnya hampir sama, tergolong membangun kerja sama dengan daerah penyangga," ujarnya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger