Home » , , , , , , , , , , » Ciuman Mematikan: Ketika Bayi Meninggal Kena Virus dari Sariawan

Ciuman Mematikan: Ketika Bayi Meninggal Kena Virus dari Sariawan

Written By admin on Sabtu, 22 Juli 2017 | Juli 22, 2017


harian365.com - Sambil berduka pasangan Nicole serta Shane Ifrit memperingatkan terhadap para orang tua untuk berhati-hati mengizinkan orang lain mencium anak. Alasannya sebab baru-baru ini anak mereka, Mariana Reese Sifrit, meninggal dunia seusai terinfeksi oleh virus HSV-1 (herpes simplex virus 1) yang diduga berasal dari orang kurang lebih.

Mariana sendiri lahir 1 Juli lalu dengan kondisi yang sehat-sehat saja hingga kemarin hari kemudian Mariana mendadak lesu serta kehilangan nafsu makan. Di rumah sakit Mariana didiagnosa dengan kondisi meningitis alias pembengkakan pada membran otak dampak HSV-1. 

Pada akhirnya nyawa Mariana tak tertolong serta ia meninggal di usia 18 hari. Dokter curiga bahwa virus HSV-1 yang menyerang Mariana datang dari orang lain sebab kedua orang tuanya seusai dites terbukti bersih.


Pada orang dewasa HSV-1 terbukti cenderung tak berbahaya sebab hanya memunculkan sariawan saja. Tetapi bagi anak-anak, khususnya bayi baru lahir, dengan sistem imun yang belum sempurna HSV-1 bisa menyebabkan komplikasi serius.

"Tolong jaga bayi anda tetap terisolasi... Jangan biarkan semua orang leluasa mengunjungi anak kalian. Pastikan orang-orang mencuci tangannya. Jangan biarkan orang lain mencium anak, pastikan mereka minta izin dulu sebelum menggendongnya," kata Nicole semacam dikutip dari ABC News, Jumat (21/7/2017).


Menurut studi yang dipublikasi di jurnal The Lancet Global Health kurang lebih 85 persen bayi baru lahir bisa terkena virus herpes dalam proses persalinan. Tidak hanya itu kurang lebih 10 persen lainnya terkena virus dari orang kurang lebih serta lima persen terkena virus saat tetap di dalam rahim.

Untuk bayi yang terkena virus dari orang lain, biasanya dengan cara tak sadar virus ditransmisikan ketika orang yang terinfeksi mencium bayi.

"Anda (para orang tua) terbukti wajib sangat hati-hati serta waspada bahwa tak ada orang dengan infeksi apapun berada di dekat bayi," kata dr Otto Ramos dari Nicklaus Children's Hospital.




Sumber : harianhealth


Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger