Home » , , , , , , , , , , , » Catat! Ini 5 Dasar Hidup Sehat untuk Kendalikan Penyakit Autoimun

Catat! Ini 5 Dasar Hidup Sehat untuk Kendalikan Penyakit Autoimun

Written By admin on Senin, 10 Juli 2017 | Juli 10, 2017


harian365.com - Menurut ahli autoimun, Dr dr Iris Rengganis SpPD, KAI berbicara bahwa penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang error, di mana sewajibnya bertugas melindungi tubuh, tetapi berbalik menyerang tubuh. Itu berarti autoimun bisa mengganggu aktivitas seseorang apabila tidak ditangani dengan baik.

Diutarakan dr Iris, sapaan akrabnya, penyebab penyakit autoimun belum diketahui hingga sekarang. Tetapi beberapa teori berbicara faktor lingkungan amat mempengaruhi terjadinya penyakit autoimun.

"Kalau boleh jujur penyebab autoimun kami belum tahu hingga sekarang. Tetapi beberapa macam teori, genetik bisa iya bisa tidak. Tapi lingkungan sangat mempengaruhi," terang dr Iris saat agenda peluncuran buku 'Autoimmune The True Story' di APL Tower 41st floor, Central Park, Jakarta Barat.

Tetapi, lebih lanjut dr Iris membahas, ada cara-cara yang ditengarai ampuh untuk mengendalikan penyakit autoimun, yaitu dengan menerapkan LDHS alias lima dasar nasib sehat supaya pasien tidak selamanya bergantung pada obat.

"Utama buat saya sih diet, hindari daging merah, gluten, mesikipun susah sekali. Gluten itu penting sekali dihindari. Makanan manis, makanan pengtahan lama, makanan kaleng. Tapi di Indonesia susah ya, sehingga ditidak lebihi saja," tutur dr Iris, yang juga penyintas autoimun tersebut.

"Yang kedua olahraga 30 menit apa saja. Kalau saya jalan saja, yang lain mungkin bisa berenang. Yang penting jangan yang high impact," sambung ketua pengurus besar Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia (PERALMUNI) ini.

Kemudian yang ketiga, kata dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini, merupakan gaya nasib. Tidak dianjurkan tidur larut malam sebab sirkulasi tubuh telah berubah. 

"Sewajibnya 8 jam, kalau tidak bisa setidaknya 6 jam. Tapi siang kalau bisa ambillah waktu tidur. Jangan hingga lebih dari jam 12 malam," dr Iris mengingatkan.

Di antara itu semua, ada faktor yang paling susah untuk diperbuat yaitu manajemen stres. Tetapi stres bisa dikelola asal tahu tutorial yang benar semacam apa. Tidak hanya itu juga wajib membangun semangat supaya masih berdaya di tengah masyarakat.


"Wajib bangkit, jangan hanya jalan di tempat. Itu nggak bakal menolong. Dokter menolong tapi kami berserah pada Allah. Semangat wajib ada. Sehingga jangan sempat menunjukan kalau kami AI (autoimun). Perlihatkan bahwa kami sama pada orang yang sehat," tutur dr Iris.

Terbaru alias kelima merupakan semakin belajar, semacam bergabung dengan komunitas untuk sharing alias membagi pengalaman ke sesama penyintas autoimun. Rutin nasib positif, jangan berkecewa sebab apabila demikian sistem imun bakal menurun.

"Jangan berpikir negatif serta jangan berkecewa. Kalau nangis, obat nggak lepas-lepas. Kalau marah-marah, orang autoimun tuh bakal langsung kambuh. Sehingga wajib masih senyum, kalau kami tertawa justru imun naik," pungkas dr Iris.




Sumber : harianhelath

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger