Home » , , , , , , , » Berkunjung ke Desa Budaya Sasadu di Halmahera Barat

Berkunjung ke Desa Budaya Sasadu di Halmahera Barat

Written By admin on Senin, 24 Juli 2017 | Juli 24, 2017


harian365.com - Mengunjungi sebuahwilayah di Indonesia terbukti bakal memberbagi pengalaman berkesan. Karena tidak hanya alamnya yang tak butuh diragukan lagi keindahannya, Indonesia juga menyimpan tak sedikit kekayaan budaya.

Hal ini dibuktikan oleh tim Daihatsu Terios 7 Wonders Wonderful Moluccas (7WWM) yang berkunjung ke Halmahera Barat, Maluku Utara. Tim berpeluang mengunjungi Desa Budaya Sasadu.

Setibanya di Desa Budaya Sasadu, tim 7WWM dipertemukan dengan masyarakat Halmahera yang tetap menjunjung tinggi budaya serta budayanya. Beragam tradisi yang mempunyai filosofi tetap menjadi pegangan nasib mereka, terutama bagi masyarakat Jailolo. 


Contohnya rumah budaya Sasadu yang tetap menyimpan ragam filosofi dari bentuk arsitekturalnya. Setiap aspek bangunan mempunyai konsep serta arti yang tak sama.

Umpama kerangka bangunan dibangun dari kayu pohon kelapa serta bambu. Sedangkan paku pasaknya tetap memakai kayu di setiap struktur bangunan. Begitu pula dengan bola-bola yang digantung pada bilah kayu di ujung atap. Bola-bola tersebut menyimbolkan kaki yang berarti kestabilan.

Pengunjung yang ingin masuk ke dalam rumah budaya Sasadu wajib merundukkan kepalanya karena bangunan terbukti dibangun pendek. Tahap bangunan ini menjadi tanda penghormatan bagi pengunjung tamu terhadap baginda rumah. Apabila diterapkan pada kenasiban sehari-hari, setiap orang wajib rutin hormat serta patuh dengan adat.

Bangunan rumah budaya Sasadu juga menyimpan simbol toleransi yang tinggi. Dapat dilihat dari setiap aspek bangunan yang punya arti tersendiri bagi budaya istiadat masyarakat Jailolo.

Selain rumah adat, masyarakat setempat juga tetap meperbuat ritual Orom Sasadu. Ritual ini adalah upacara syukur masyarakat Jailolo atas hasil panen.


Tetapi saat ini ritual tersebut diperbuat tak terlalu mistis serta melibatkan semua lapisan masyarakat Dalam ritual tersebut, ungkapan rasa syukur diucapkan saat panen tiba yang dipimpin oleh ketua suku. Ritual ini diperbuat dua kali dalam setahun yakni saat pesta panen.


Kekayaan budaya yang tetap dilestarikan oleh masyarakat Halmahera Barat juga ditunjukkan dari tariannya. Buktinya, tim 7WWM disambut oleh anak-anak Desa Gamtala, Jailolo dengan Tari Penyambutan serta Sara Dabi-Dabi.


Tarian ini sangat hebat ditambah dengan alunan musik berupa kentongan, gong, serta tifa yang mengiringinya. Ketua Budaya Gamtala Jailolo, Thomas Salasa pun turut menyambut tim 7WWM.

"Rumah budaya Sasadu untuk semua. Tak terbatas untuk satu golongan saja. Suku serta agama manapun dapat memakai Sasadu ini untuk beraktivitas," ucap Thomas.

Pemerindah Daerah Halmahera Barat pun menyertakan ritual ini ke dalam Festival Teluk Jailolo yang digelar setiap tahun. Wisatawan lokal maupun dari luar wilayah Halmahera dapat berkunjung ke sini menikmati sajian upacara budaya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger