Home » , , , , , , , , , » Beristri 24, Pemimpin Sekte Kanada Divonis Bersalah Atas Poligami

Beristri 24, Pemimpin Sekte Kanada Divonis Bersalah Atas Poligami

Written By admin on Selasa, 25 Juli 2017 | Juli 25, 2017


harian365.com - Pengadilan Kanada menyebutkan dua mantan pemimpin sekte bersalah atas dakwaan poligami. Vonis bersalah ini terjadi seusai penyelidikan yang berjalan puluhan tahun terhadap sekte pecahan gereja Mormon tersebut.

Winston Blackmore serta James Oler, mantan pemimpin komunitas gereja Fundamentalist Church of Latter Day Saints di Bountiful, wilayah British Columbia dinyatakan bersalah oleh hakim Mahkamah Agung British Columbia atas dakwaan poligami.

Menurut berkas-berkas pengadilan semacam dilansir kantor kabar Reuters, Selasa (25/7/2017), Blackmore didakwa meperbuat praktik poligami dengan 24 wanita antara tahun 1990 serta 2014. Media-media setempat mengabarkan, pria berusia 61 tahun itu sudah mempunyai setidaknya 146 anak dari hubungannya dengan wanita-wanita tersebut.

Oler menghadapi dakwaan yang sama, melibatkan lima wanita antara tahun 1993 serta 2009. Pria tersebut berusia 53 tahun. Sesuai hukum Kanada, hukuman maksimum untuk tindak pidana poligami adalah lima tahun penjara.

Blackmore pernah berkata pendek terhadap para wartawan di luar gedung pengadilan di Cranbrook, British Columbia usai sidang pada Senin (24/7) waktu setempat. Dikatakannya, dirinya hanya menjalani aliran agamanya serta bahwa faktor itu sangat penting bagi dirinya serta keluarganya. Adapun Oler berangkat meninggalkan gedung pengadilan tanpa berkata sedikit pun dengan para wartawan.


Di persidangan, pengacara Blackmore, Blair Suffredine berkata bahwa dirinya bakal mengajukan gugatan konstitusional atas hukum poligami di Kanada apabila kliennya dinyatakan bersalah. Blackmore sendiri menolak mengakui dakwaan yang dijeratkan kepadanya.

Sekte yang dipimpin Blackmore serta Oler tersebut adalah tahap dari sekte yang sama, Church of Jesus Christ of Latter-day Saints yang berbasis di Utah, Amerika Serikat. Tetapi sekte Mormon tersebut sudah meninggalkan praktik proligami pada tahun 1890.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger