Home » , , , , , , , , , » Bayi Terlilit Tali Pusat Tapi Lahir Selamat Berkat Kebiasaan Unik Sang Ibu

Bayi Terlilit Tali Pusat Tapi Lahir Selamat Berkat Kebiasaan Unik Sang Ibu

Written By admin on Kamis, 06 Juli 2017 | Juli 06, 2017


harian365.com - Sejak usia kandungannya memasuki 28 pekan, atas arahan dokter, Emily Eekhoff (26) diminta memastikan apakah pergerakan janinnya baik-baik saja dengan menghitung tendangannya.

Dalam sehari, Emily wajib memastikan si janin menendang sedikitnya 10 kali dalam satu jam. Untuk apa ya?

"Ini mengindikasikan bahwa bayinya nasib serta baik-baik. Bila saya telah memastikannya, saya pun bisa tenang," ungkap bunda asal Waukee, Iowa tersebut.


Tetapi akhir Mei lalu, Emily tidak lagi merasakan 10-15 tendangan semacam biasanya. Ia pun segera menghubungi dokter. 

Dari hasil monitor di rumah sakit, janin Emily menunjukkan detak jantung yang normal tetapi tidak bergerak sama sekali. Sebab itu, janin Emily terpaksa wajib dilahirkan melewati operasi caesar saat usia kandungan wanita ini baru 33 minggu 5 hari.

Janin Emily berjenis kelamin perempuan serta kemudian diberi nama Ruby. Ruby rupanya terlahir dengan tali pusar melilit erat di lehernya. Menurut dokternya, ini merupakan kondisi yang membahayakan nyawa si bayi.

Untunglah Emily rajin menghitung kebiasaan menendang si janin. Serta meskipun lahir prematur, Ruby dinyatakan sehat dengan berat mencapai 1,8 kg.

"Saya tidak merasa meperbuat suatu  keajaiban. Saya hanya bersyukur sebab dokter meminta saya meperbuatnya," tutur Emily semacam dilaporkan Today.


Hal ini diamini Dr Neil Mandsager dari Mercy Medical Center, Des Moines, Iowa yang menangani Emily. "Kemungkinan besar si janin bisa lahir mati, dalam kurun satu, dua alias tiga hari seusai dilahirkan. Tetapi sang bunda menyelamatkan nyawa bayinya dengan memperhatikan aktivitas janin sejak dalam kandungan," katanya.


Neil pulalah yang menyarankan supaya Emily memeriksa pergerakan janin putrinya sejak usia kandungan Emily memasuki 28 pekan. "Metodenya terbukti tidak wajib semacam ini, tetapi yang tentu ini berfungsi supaya para bunda mengenali pola pergerakan janin, apa yang normal serta apa yang tidak," jelasnya.

Metode ini, lanjut Neil, bisa dikegunaaankan untuk mendeteksi adanya gangguan alias komplikasi semacam persoalan pada tali pusar serta plasenta. Sebab bila dibiarkan, risiko bayi lahir mati tetap bisa terjadi, bahkan pada kehamilan yang sehat sekalipun.

"Ketika pergerakan janin bertidak lebih, ada indikasi bayinya berpersoalan, serta apabila tidak segera diintervensi, ada kemungkinan untuk stillbirth (bayi lahir mati, red)," imbuhnya.


Meski demikian, Ruby tetap wajib dirawat intensif di rumah sakit selagi 20 hari. Tetapi begitu diperbolehkan pulang, Emily yakin kondisi putrinya telah jauh lebih baik serta siap.

"Bahagia sekali rasanya mengenal dirinya bisa dibawa pulang," tutupnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger