Batu Three Sisters, Malin Kundang Versi Australia

Written By admin on Jumat, 14 Juli 2017 | Juli 14, 2017


harian365.com - Apabila di Indonesia ada kisah Maling Kundang, lain halnya di Australia. Di Blue Mountains, ada kisah tiga orang gadis yang dikutuk menjadi batu.

Blue Mountains adalah wilayah pegunungan yang terletak di daerah New South Wales, kurang lebih 50 Km dari kota Sydney. Puncaknya berada di kurang lebih 1.200 mdpl. Sekarang menjadi salah satu destinasi favorit para turis yang mengunjungi Sydney.

Perjalanan ke Blue Mountains dapat ditempuh dengan memakai moda transportasi mobil alias kereta. Perjalanan dengan kereta dapat ditempuh dari stasiun Central Sydney menuju stasiun Katoomba dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam. Sepanjang perjalanan mata bakal di suguhi pemandangan hijau pepohonan serta suasana pedesaan.

Katoomba adalah suburb Blue Mountains, di mana biasanya para turis yang memakai kereta menuju Blue Mountains bakal melewati jalur Katoomba Jalanan mutlak di Katoomba dipenuhi toko-toko souvenir serta cafe-cafe, suasana klasik yang ditawarkan kota ini menjadi daya tarik tersendiri. 

Dari Katoomba perjalanan bakal berlanjut menuju Echo Point Look Out, dapat ditempuh dengan memakai bus (Blue Mountain Explore Bus), taxi alias dengan jalan kaki sambil menikmati Katoomba yang klasik.

Echo Point Look Out adalah area yang diperuntukan bagi turis untuk dapat menikmati keindahan Blue Mountains. Dari sini kami dapat menikmati formasi tiga bebatuan yang dikenal dengan nama Three Sisters.

Three Sisters adalah formasi batu yang unik, adalah website paling populer di Blue Mountains. Menjulang tinggi di atas Lembah Jamison yang diberi nama Meehi (922m) adalah bukit paling tinggi, Wimlah (918m) berada di tengah-tengah, serta bukit terendah adalah Gunnedo (906m). 


Menurut kisahnya Three Sisters adalah tiga bersaudara yang dikutuk menjadi batu sebab jatuh cinta pada pemuda dari suku lain serta hukum budaya melarangnya. Pada sejarahnya, Blue Mountains telah dihuni oleh suku Aborigin sejak ribuan tahun yang lalu.

Saat ini keberadaannya diwakili oleh suatu  organisasi untuk melestarikan tradisi serta budaya suku Gundunggura, yaitu Gundunggura Tribal Council Aboriginal Coporation yang berbasis di Katoomba.

Menuruni jalan setapak dari Echo Point, kami bakal menemukan suatu  balkon di tepi tebing dengan psupaya pembatas untuk menikmati keindahan Blue Mountains dari tak sedikit spot. Sebagian besar para turis tak bakal melewatkan sesi untuk mengambil gambar di sini, begitu juga saya.




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger