Apa Itu Diet Ketogenik?

Written By admin on Kamis, 13 Juli 2017 | Juli 13, 2017


harian365.com - Semacam fashion, tren diet alias pola makan tiap tahun rutin berubah. Timbul diet-diet baru yang diyakini ampuh melunturkan lemak. Akhir-akhir, yang tak sedikit dibicarakan merupakan diet ketogenik alias disingkat dengan diet keto. Sebetulnya apa sih diet keto ini?

"Diet ketogenic itu diet high in fat, very low in carbohydrate," kata pakar gizi serta diet dari University of Sydney, Leona Victoria Djajadi MND saat dihubungi harianheelath.

"Mekanismenya mempercayakan pembagian lemak yang biasanya timbul saat puasa alias kelaparan, jadi lemak menjadi sumber energi utama, bukan karbohidrat," lanjut bunda dua anak ini.


Nah pengurangan asupan karbohidrat ini menyebabkan tubuh mengalami keadaan metabolisme yang disebut dengan istilah ketosis. Untuk sumber lemak dalam diet ketogeniknya sendiri, Victoria menyebut bisa didapat dari alpukat, santan, serta minyak-minyak semacam olive oil, minyak sayur, serta canola.

"Telur, krim, lemak serta kulit hewani, jeroan, jantung hewani," tambah pemilik akun Twitter @Leona_victoria.


Tetapi Victoria mengingatkan bahwa metode diet ini amat ekstrem. Sebab itu, sebelum menjajal diet ini disarankan untuk mencari info terlebih dahulu dari sumber yang bisa dipercaya. Sebab jika salah menerapkannya, alih-alih sehat malah mendatangkan beberapa penyakit.

"Ini diet ekstrem lho, serta targetnya bukan penurunan berat badan tapi level gula darah yang rendah. Kalau mau coba wajib tak sedikit baca serta belajar agar nggak salah fokus," ucap Victoria.


Selain itu, walau diet ini rendah karbohidrat, Victoria pun tak bisa bilang bahwa diet ini aman untuk diterapkan oleh diabetesi. Sebab menurutnya, yang paling bahaya dari orang diabetes itu justru hipoglikemik alias gula darah rendah yang sifatnya tiba-tiba serta bisa mengdampakkan koma serta kematian. Sementara diet ini mengwajibkan gula darah yang sangat rendah sepanjang hari yakni di bawah 80mg/dL.

"Nah kalau untuk treatment penyakit diabetes, ginjal, kanker, saya tak bisa rekomendasikan sebab belum ada bukti ilmiahnya," terang Victoria.




Sumber : harianhelath

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger