Home » , , , , , , , , , » Waspada Copet Modus 'Tumpah Baju' Beraksi di Depok

Waspada Copet Modus 'Tumpah Baju' Beraksi di Depok

Written By admin on Selasa, 20 Juni 2017 | Juni 20, 2017


harian365.com - Ada-ada saja modus copet mengambil barang berharga korbannya. Di Depok, Jawa Barat, seorang pengendara mobil kehilangan ponsel seusai ditanyai alamat oleh seseorang yang mengaku penjual baju.

Merupakan Irfan Junaidi, pemimpin redaksi surat berita nasional Republika, yang menjadi korban tipu daya pencopet modus 'tumpah baju'. Irfan menceritakan awalnya dirinya sedang mengendarai mobil dari rumahnya menuju kantor. Tiba-tiba ada suatu  motor matik menyalip mobilnya serta berhenti sedikit menghalangi laju mobil.

"Kemarin pagi pergi dari rumah jam 10 (pagi,red)-lah, lewat Jalan Krukut situ, lalu ada orang boncengan naik motor. Yang depan, yang mengendarai motor bawa tas, dirinya menyalip mobil saya serta dirinya berhenti di depan mobil, sedikit menutupi mobil saya," kata Irfan ketika dikonfirmasi harianhot, Selasa (20/6/2017) subuh.


Saat mobil berhenti, orang mengangkat baju tersebut turun dari motor serta menghampiri segi kiri depan mobil Irfan. Orang itu mengaku hendak tanya alamat untuk mendampingi baju pesanan pelanggan. Irfan kemudian membuka kaca kursi sebelah kiri depan serta berniat menolong.

"Lewat kaca pintu (mobil, red) sebelah kiri, dirinya ketok-ketok serta saya buka kaca, dirinya kayak nanya alamat sambil gendong tas. Dirinya bilang bisa pesanan bikin kaos tapi orangnya tidak bisa dikontak. Sebab iba, saya buka kaca mobil saya,"sambung dia.

Dengan sengaja serta tiba-tiba, pelaku menumpahkan baju yang dirinya gendong ke kursi sebelah pengemudi. Skenario pelaku berlanjut, seolah-olah mengambil baju-bajunya yang tumpah. Pada saat demikianlah, Irfan memperkirakan, tangan pelaku dengan cepat mengambil ponsel milik Irfan yang sedang diisi daya baterainya.

"Lalu tiba-tiba bajuya tumpah ke dalam (mobil, red). Posisinya ponsel sedang saya cas serta ditaruh di jok depan kiri mobil. Sehingga pas bajunya jatuh, ponsel saya ketutupan," jelas Irfan.

Seusai pelaku berakhir menanyakan alamat, Irfan melanjutkan perjalanan. Berjarak 200-300 meter dari lokasi, Irfan baru menyadari ponsel yang dicasnya turut tersampu tangan pencopet.

"HP saya cas, HP-nya saya cas di dasbor, HP-nya saya taruh di jok sebelah kiri. Saya juga baru sadarnya saat telah jauh, ponsel saya ikut diambil bersama baju-bajunya," ujar Irfan.


Menurut Irfan kondisi jalanan saat kejadian ramai oleh pengendara lain. Adapun ciri-ciri pelaku memakai jaket, berpenampilan agak kusam, serta mengenakan helm setengah muka. Irfan berharap musibah kecopetan yang dialaminya sehingga pelajaran bagi pengendara mobil lain.

"Yang bawa motor agak gempal, yang dibonceng agak kurus. Ya saya harap ini sehingga pelajaran agar biarpun siang tengah hari, ada saja orang jahat," Irfan memberi tau.

Irfan memilih tidak mengabarkan kejadian yang dialaminya ke kepolisian serta memilih mengikhlaskan ponselnya.

"Saya tidak melapor (ke polisi, red) sebab saya ada agenda jam 11-nya. Kemudian seusai itu ada agenda lagi. Sehingga saya ikhlaskan, anggap saja tutorial lain bersedekah," tutur dia.




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger