Home » , , , , , , , , , , , , » Tingginya Harga Alpukat Membuat Pekerja Ini Nekat Curi Alpukat Senilai Rp 3.9 Miliar

Tingginya Harga Alpukat Membuat Pekerja Ini Nekat Curi Alpukat Senilai Rp 3.9 Miliar

Written By admin on Kamis, 22 Juni 2017 | Juni 22, 2017


harian365.com - Keterkenalan alpukat sebagai makanan sehat memicu tingginya permintaan. Harga alpukat yang mahal sebabkan terjadinya tak sedikit permasalahan pencurian.

Tren konsumsi alpukat sebagai makanan sehat belum juga surut. Buah ini pun punya tak sedikit kegunaaan sehat mulai dari turunkan kolestrol sampai jadikan kulit mulus.

Tingginya permintaan membikin harga alpukat melonjak, tergolong di Meksiko. Faktor ini sebabkan petani dengan cara ilegal memangkas hutan untuk menanam lebih tak sedikit pohon alpukat. Menipisnya pasokan alpukat sebab serangga semacam kumbang, pola cuaca serta persoalan lain yang berhubungan dengan rantai pasokan pangan.

Keadaan ini mendorong 3 orang pekerja nekat mencuri buah alpukat. Semacam diketahui ketidak lebihan alpukat menjadi persoalan di Selandia Baru serta California. Tingginya permintaan menjadi tantangan bagi petani alpukat di Meksiko.


Pencurian alpukat juga telah sempat terjadi di Selandia Baru. Peningkatan permintaan serta hasil panen yang kurang baik memicu pencurian alpukat.

Harga alpukat di Selandia baru mencapai NZ$4-6 (Rp 38.000-57.000) per buah. Lebih dari itu, Selandia Baru juga mengalami ketidak lebihan alpukat.

Menurut laporan latimes (6/16) pihak berwenang menyatakan popularitas buah alpukat yang meningkat membikin 3 orang pekerja dari perusahaan produksi Oxnard mencuri alpukat sekualitas $ 300.000 alias Rp 3.9 milliar.

Carlos Chavez, 28 tahun, dari Oxnard, Rahim Leblanc, 30 tahun, juga dari Oxnard serta Joseph Valenzuela, 38 tahun, dari Santa Paula, ditangkap pada hari Rabu (14/6) sebab dicurigai meperbuat pencurian alpukat dalam jumlah besar.


Belum diketahui tentu berapa kilogram alpukat yang mereka curi. "Pencurian ini kita anggap serius, sebab ini adalah pencurian yang lumayan besar," ungkap Franchi dari Ventura County Sheriff's Office.

Pihak berwenang menduga orang-orang itu mencuri serta menjual alpukat ke pelanggan yang tak curiga pada mereka. Pada akhir Mei, kepolisian meperbuat penyelidikan atas tuduhan bahwa pria itu menerima uang tunai untuk alpukat yang mereka dicuri, katanya.

Dulu pelanggan bakal mengambil pesanan alpukat langsung di tempat. Tetapi, fasilitas distribusi baru-baru ini telah berubah serta mulai mengirimkan buah langsung ke pelanggannya.

Tetapi berbagai pelanggan mengaku tak memperoleh kirimaan alpukat tersebut serta akhirnya mereka datang langsung ke tempat produksi untuk mengambil. Saat itulah Chavez, Leblanc serta Valenzuela membikin rencana untuk menjual alpukat perusahaan serta mengantongi uangnya.

Presiden perusahaan, Steve Barnard, mengungkapkan bahwa biasanya, sekotak alpukat yang ditanam di California, Meksiko, Selandia Baru serta Cile bisa dipasarkan seharga $50 ( Rp. 664.000) Dalam permasalahan ini, orang-orang tersebut menjual satu kotak alpukat seharga $20 (Rp. 265.000) hingga $ 30 (Rp. 398.000) jauh di bawah harga pasar.


Barnard serta manajer yang ada di perusahaan tersebut diberi tahu oleh pelanggan bahwa ada sesuatu yang tak selesai. Pihak pembukuan di perusahaan juga merasa ada yang absurd dengan penjualan mereka.

Ketika Barnard serta para pekerja lainnya menonton rekaman cctv, mereka menonton ada berbagai karyawan yang dipercaya menjual alpukat mereka tanpa sepengetahuan perusahaan.

Mission Produce merupakan salah satu distributor alpukat paling besar di dunia, dengan cabang perusahaan di China, Kanada, Belanda serta Amerika Serikat. Seiring dengan permintaan alpukat yang melonjak, Barnard berkata, perusahaannya kini telah merambat ke Rusia, Italia, China, Indonesia serta Korea Selatan.


Barnard berbicara bahwa dirinya berencana memperketat keamanan di perusahaan. Sedangkan untuk alpukat yang telah dicuri, kemenyesalannya bakal ditanggung oleh asuransi.





Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger