Home » , , , , , , » Tarik Uang Chatarina di ATM Jadi Titik Terang Penangkapan Asworo

Tarik Uang Chatarina di ATM Jadi Titik Terang Penangkapan Asworo

Written By admin on Selasa, 13 Juni 2017 | Juni 13, 2017


harian365.com - Polisi menetapkan Asworo sebagai tersangka tunggal pembunuhan Chatarina Wiedjawati. Penarikan uang di anjungan tunai mandiri (ATM) rekening Chatarina oleh Asworo menjadi titik terang terbongkarnya misteri itu.

Jejak pelarian Asworo terbongkar seusai 'Tim Rimau' Polda Sumatera Selatan sukses mengendus kehadiran Asworo usai mengambil uang dari rekening milik kekasihnya Chatarina. Aksi Asworo terekam kamera CCTV di ATM Lampung.


Asworo juga pernah berpindah-pindah seusai calon istrinya ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka di semak-semak Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Kamis (11/5). Sebulan berselang, ia dibekuk di persembunyiannya dalam suatu  rumah kos di Belajang Mall, Lampung. 

"Asworo ini pernah pindah-pindah sebelum akhirnya ditangkap tadi siang. Serta ini anak buah kami baru kasih berita kalau telah diperbuat penangkapan. Tidak hanya itu, Asworo juga telah menjadi tersangka tunggal," ucap Prasetijo terhadap harianhot.

Asmara Chatarina serta Asworo sebetulnya bakal melangkah ke jenjang pernikahan pada 5 September 2017. Asworo serta Chatarina awalnya berpamitan terhadap orang tua hendak terbang dari Palembang menuju Yogyakarta untuk meperbuat gambar prewedding pada Minggu (7/5).


Gambar prewedding bakal diperbuat di Taman Sari, Tebing Breksi, serta pantai di Yogyakarta pada Senin, 8 Mei 2017. Tetapi, keduanya tidak kunjung tiba di Kota Gudeg hingga Minggu, 7 Mei 2017.

Tetapi anehnya, kerabat mengungkap bahwa nama Catharina serta Asworo tidak ada di daftar calon penumpang pesawat. Padahal apabila telah berencana bakal ke Yogyakarta hari itu setidaknya telah membeli tiket serta namanya terdaftar di manifes.

Saudara sepupu Chatarina yang sedianya menjemput di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, mengungkapkan keabsurdan itu. Alfian kemudian memastikan hingga dua penerbangan dari Palembang menuju Yogyakarta.


Tetapi, sebab Chatarina serta Asworo tidak kunjung muncul, Alfian kembali lagi keesokan harinya, Senin (8/5). Di hari itu sewajibnya pengambilan gambar prewedding diperbuat.

"Saya hingga bandara itu hari Senin (8/5) kurang lebih jam setengah delapan pagi. Tapi sebab belum ada petugas, akhirnya pukul 09.00 WIB lewat baru tahu kalau nggak ada nama mereka berdua," kata Alfian terhadap harianhot, Rabu (18/5) di Rumah Duka RS RK Charitas Palembang.


Tak hingga di situ, Alfian juga merasa absurd sebab Catharina mengatakan telah bakal membeli tiket pesawat. Uang tiket pesawat telah diberbagi ke Asworo."Ingat aja kalau Mbak Wiwid (Chatarina) bilang mau pergi pagi Minggu (7/5) dari Palembang serta bilang juga kalau uang tiket udah dikasih sama mas Asworo, sekaligus mastikan minta dijemput di bandara," kata Alfian.

Catharina ditemukan tewas mengenaskan pada Kamis (11/4) di semak-semak tepi jalan yang mengarah ke bandara di Palembang. Kemarin hari kemudian barulah dipastikan bahwa itu adalah jasad Catharina.

Keabsurdan lainnya lalu timbul kemarin hari seusai Catharina dimakamkan. Terungkap bahwa ada penarikan uang sebesar Rp 7 juta dari kartu ATM milik Catharina sehari seusai dara lulusan Magister UGM itu dinyatakan hilang.

"Iya terbukti ada penarikan uang di rekening milik Mbak Wiwid seusai hilang kontak," ucap Alfian terhadap harianhot melewati sambungan seluler, Senin (22/5/2017).


Penarikan tersebut diketahui oleh pihak keluarga seusai orang tua Chatarina, Paulus Selamet (59), memeriksa buku rekening milik Chatarina melewati rekening koran di Palembang. Bahkan, pada Selasa (9/5), ada penarikan melewati ATM di daerah Bambu Kuning, Provinsi Lampung.

"Iya, terbaru itu penarikan di Lampung sebesar Rp 100 ribu pada tanggal 9 serta itu telah hilang kontak kita dengan Mbak Wiwid. Dicek sama Pakde (Ayah Chatarina) di Palembang kurang lebih tanggal 9 alias 10 Mei, saya lupa. Tapi kini telah diblokir rekeningnya," ujar Alfian mengingat pernyataan ayah Chatarina.

Mendapat laporan ini, pihak kepolisian langsung menelusuri riwayat transaksi tersebut. Perlu waktu 11 hari seusai penarikan ATM itu sampai akhirnya polisi meringkus Asworo di Bandar Lampung pada Senin 12 Juni 2017. 






Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger