Home » , , , , , , , , » Tak Sepele, Ada Kalanya Perut Buncit Juga Berarti Kondisi-kondisi ini

Tak Sepele, Ada Kalanya Perut Buncit Juga Berarti Kondisi-kondisi ini

Written By admin on Rabu, 14 Juni 2017 | Juni 14, 2017


harian365.com - Perut buncit tak melulu identik dengan penumpukan lemak di tubuh. Karena perut buncit dapat menjadi pertanda sebuahpenyakit lain. 

Penyakit yang ditandai dengan perut buncit juga sangat beragam. Ada yang ringan seperti cacingan, namun ada pula yang berat seperti penyakit hati.

Untuk lebih jelasnya, berikut berbagai tipe penyakit yang ditandai dengan perut buncit, seperti dirangkum harianhealth, Selasa (13/6/2017).



1. Cacingan

Anak berperut buncit terbukti identik mengalami cacingan. Padahal tak semua anak yang cacingan berperut buncit. dr Fauzy Masjhur, MKes dari Ikatan Dokter Indonesia membicarakan, anak cacingan umumnya terkesan dari pertumbuhannya yang tak lebih keren dan anemia.

Hal ini sebab cacing yang ada dalam tubuhnya bakal mengambil darah dan sari-sari makanan jadi si anak menjadi kurus. "Kalau seorang anak mengalami anemia, maka faktor ini bakal berpengaruh kepada kecerdasannya yang menurun," ucap dr Fauzy.



2. Busung lapar

Dari namanya, anak yang mengalami busung lapar sewajibnya bertubuh kurus. Tetapi pada kenyataannya, sebagian besar anak dengan busung lapar justru mempunyai perut yang buncit.

dr Fauzy sempat membahas, anak yang berperut buncit sebab busung lapar sebetulnya mengalami ketidak lebihan gizi dampak asupan makanan yang masuk ke tubuh tak mencukupi keperluannya.



3. Thalassemia

dr Susi Susanah dari Ikatan Dokter Anak Indonesia mengungkapkan, ciri yang paling menonjol dari anak pengidap thalassemia merupakan berperut buncit serta bermuka pucat. 

"Ciri yang paling menonjol dari anak pengidap thalassaemia merupakan berperut buncit serta bermuka pucat. Biasanya terjadi saat anak berumur lima tahun," katanya.

Tetapi sejauh ini thalassemia terbukti susah didiagnosis. Satu-satunya gejala yang dapat ditemukan merupakan anemia, bakal tetapi ini pun tetap wajib dipastikan dengan pemeriksaan-pemeriksaan lainnya.




4. Penyakit Hirschprung

Salah satu penyakit langka di mana seseorang terlahir tanpa mempunyai saraf-saraf tertentu di dalam otot usus besarnya. Saraf-saraf ini bertugas mengendalikan usus besarnya, tergolong menolong menekan serta mengeluarkan feses dari dalam usus.

Dampaknya feses tidak dapat keluar dengan cara otomatis saat BAB, serta menumpuk di dalam ususnya. Penumpukan feses dalam usus ini dapat mengdampakkan perut si pasien membuncit tidak ubahnya sedang hamil besar.



5. Hepatitis B dan C

Secara umum, hepatitis B dan C tidak menunjukan gejala yang begitu jelas di awal-awal serangan. Bahkan tidak jarang tidak terkesan ada gejala sama sekali.

Dijelaskan dr Duddy Mulyawan Djajadisastra, SpPD-FINASIM dari RS Bethsaida, hepatitis B biasanya berjalan kronis di mana pasien mengidap virus dalam waktu lama, biasanya hingga enam bulan, lantaran tubuhnya tidak kunjung sukses mengeliminasi virus tersebut. "Itulah karenanya gejalanya hampir tidak ada. Kalaupun ada sangat minimal, semacam pegal alias infeksi flu biasa," ungkapnya.


Padahal hepatitis B dan C yang kronis bisa memicu beberapa tipe komplikasi. Salah satunya perut buncit yang berisi air. Untuk itu pada pasien hepatitis B alias C yang telah memkurang baik, biasanya perutnya membuncit.

Selain perut buncit, komplikasi lainnya merupakan mata dan feses alias kotoran yang berwarna kuning kecokelatan, hingga kemungkinan muntah darah dan kotoran yang berwarna kehitaman dan kanker hati.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger