Home » , , , , , , , , , , » Tahukah Kamu, Pancasila Dibuat Soekarno di Ende

Tahukah Kamu, Pancasila Dibuat Soekarno di Ende

Written By admin on Kamis, 01 Juni 2017 | Juni 01, 2017


harian365.com - Pancasila bukan dibangun Soekarno di Jakarta dalam sidang BPUPKI. Jauh sebelum itu, Pancasila dirancang Soekarno dalam puncak renungan pada suatu  taman di Ende, NTT.

Cocok 1 Juni masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Di era Pemerintahan Presiden Jokowi, kali ini pun dimaknai lebih sebagai hari libur nasional.

Maksudnya pasti supaya traveler bisa memaknai lebih dalam bakal Pancasila, ideologi yang menjadi dasar Indonesia. Kalau traveler, telah tahu belum mengenai kisah lahirnya Pancasila?

Bagi yang belum tahu, nyatanya Pancasila lahir dari buah pikiran Soekarno ketika diasingkan di Ende antara tahun 1934-1938. Selagi empat tahun, Soekarno tak sedikit merenung di suatu  taman di Ende sambil berteduh di bawah pohon sukun sambil menonton laut. Publik Indonesia baru tahu ketika Soekarno bercerita sendiri saat kunjungan kerja tahun 1955 ke Ende serta napak tilas ke taman itu.


Bukan hanya bengong, dari situ Soekarno mendesain lima bulir yang menjadi dasar Pancasila. Melewati perenungan yang mendalam di taman ini, Bung Karno mendapat ilham bahwa negara ini wajib mempunyai ideologi yang merangkum beberapa sudut kebangsaan.

Dalam prosesnya memikirkan Pancasila, dahulu Soekarno pun tak jarang mampir ke Perpustakaan Keuskupan Nusa Indah untuk membaca. Tidak hanya itu, Soekarno juga kerap berinteraksi dengan masyarakat kurang lebih serta para tokoh agama mulai dari pastor hingga kelompok pengajian serta teater tonil.

Menonton keseharian masyarakat Ende yang sangat harmonis dalam berketuhanan serta bermasyarakat, menjadi inspirasi bagi Soekarno untuk membikin ideologi Pancasila yang menaungi semua anak bangsa tanpa terkecuali.

Traveler yang liburan ke Ende pun tetap dapat menonton lokasi lahirnya Pancasila di Taman Renungan Bung Karno. Lokasinya tak jauh dari Pelabuhan Ende serta Rumah Pengasingan Bung Karno.


Tetapi sayang, pohon sukun yang orisinil sudah lama tumbang. Sebagai gantinya, ditanam pohon sukun baru pada masa Presiden Megawati.

Ketika harianhot berkunjung ke sana berbagai waktu lalu, taman itu tampak indah serta dipercantik dengan patung Soekarno yang tengah duduk sambil menghadap laut karya pematung Hanafi serta diresmikan Wapres Boediono tahun 2013. Ini merupakan lokasi yang sama ketika Soekarno merenungkan Pancasila dulu.

Selain menjadi lokasi lahirnya Pancasila, Taman Renungan Bung Karno juga menjadi salah satu objek wisata sejarah yang tak boleh dilewatkan. Datang serta duduklah di sana, renungkan waktu untuk memaknai Pancasila layaknya Soekarno dulu.


"Di kota ini kutemukan lima butir mutiara. Di bawah pohon sukun ini pula kurenungkan kualitas-kualitas luhur Pancasila," begitu tulisan prasasti di bawah pohon sukun.

Lupakan segala aksi yang memecah belah bangsa serta cobalah ingat, bahwa Indonesia berdiri sebagai satu bangsa setanah air di atas tak sedikitnya perbedaan. Selamat Hari Lahir Pancasila! 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger