Home » , , , , , , , , , , , » Studi: Anak Golongan 'Kerah Putih' Lebih Rentan Kecanduan Narkoba

Studi: Anak Golongan 'Kerah Putih' Lebih Rentan Kecanduan Narkoba

Written By admin on Rabu, 07 Juni 2017 | Juni 07, 2017


harian365.com - Berdasarkan studi di AS, anak yang lahir dari golongan sanggup lebih rentan terkena pengaruh obat-obatan serta alkohol. Faktor ini mematahkan persepsi narkoba lebih erat dengan lingkungan kumuh.

Angka kecanduan alkohol serta narkoba pada anak muda di usia 26 tahun kelas menengah atas sudah mencapai tingkat yang mencemaskan. "Ada risiko yang signifikan datang dari golongan 'kerah putih'," ucap ketua studi, Suniya Luthar, seorang profesor psikologi di Arizona State University, Tempe.

Dalam jurnal Development and Psychopathology disebutkan, tingkat risiko kecanduan mereka rata-rata dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi dari seluruh pria serta wanita dengan usia yang sama, dikutip dari Live Science, Rabu (7/6/2017).

Studi baru ini memilih sampel dari dua sekolah paling baik di kawasan Amerika Timur Laut dengan segmentasi orang tua murid yang mempunyai penghasilan tinggi. Pada kelompok pertama, sejumlah 272 siswa dari kelas 12 dipantau hingga empat tahun perkuliahan, hingga mereka berusia 22 tahun.


Kelompok kedua dari 255 siswa dilacak untuk jangka waktu kurang lebih 10 tahun, dari tahun terbaru sekolah menengah mereka, hingga perguruan tinggi serta seusainya, hingga mereka berusia 27 tahun.

Di setiap tahunnya, semua peserta penelitian diwajibkan mengisi kuisioner dengan cara online di mana mereka ditanya mengenai pemakaian obat-obatan terlarang serta alkohol panjang tahun lalu serta pada bulan lalu. Para peneliti juga meperbuat wawancara telepon dengan para peserta, untuk mengevaluasi apakah mereka memenuhi kriteria diagnostik untuk penyalahgunaan zat alias ketergantungan.

Dari studi tersebut ditemukan di usia 21 tahun, sebesar 11-16 persen wanita serta 19-27 persen pria dari keluarga berpengaruh, kecanduan obat-obatan terlarang. Dengan kata lain, tiga kali lebih besar dari rata-rata tingkat kecanduan nasional.

Sedangkan pada usia 26 tahun, setidak sedikit 19-24 persen wanita serta 23-40 persen pria golongan mampu, mengaku ketergantungan narkoba serta alkohol alias sama dengan dua kali dari rata-rata nasional.

Ketika ditanya mengenai argumen di balik tingginya angka tersebut, Luthar mengungkapkan salah satunya dikarenakan tekanan untuk memperoleh prestasi paling baik selagi bersekolah. Untuk menanggulangi faktor itu, diperlukan komunikasi yang terbuka dari orang tua terhadap anak-anak mereka.


"Orang tua wajib berkomunikasi dengan cara terbuka serta penuh kasih sayang terhadap anak-anaknya mengenai akibat negatif mengonsumsi narkoba serta alkohol. Juga, menolong anak untuk menjaga perspektif realistis mereka dalam pencapaiannya di sekolah," saran Luthar yang juga seorang profesor di Columbia University's Teachers College tersebut.

Tetapi, Luthar menyadari studi ini belum dapat membaca tren anak muda kalangan atas dengan cara universal. "Sebab penelitian ini kecil serta hanya terfokus pada anak-anak di satu tahap di Amerika Serikat, diperlukan penelitian tambahan untuk memahami tren di seluruh negara," ucap Luthar.

Selain itu, butuh juga diperbuat penelitian mengenai perubahan ketergantungan seusai adanya peran baru yang diambil, semacam umpama menikah serta lainnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger