Home » , , , , , , , , , , , , » Soal Mie Instan Korea Mengandung Babi, Ini Kata Penjual Produk Makanan Korea

Soal Mie Instan Korea Mengandung Babi, Ini Kata Penjual Produk Makanan Korea

Written By admin on Senin, 19 Juni 2017 | Juni 19, 2017


harian365.com - Empat produk mie Korea disebut BPOM mengandung fragmen DNA babi. Menurut salah satu penjual, tetap tak sedikit mie instan Korea yang mungkin tak halal. 

Badan Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) meminta penarikan produk mie asal Korea. Sebab berdasarkan hasil sampling serta pengujian, produk positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Tapi tak mencantumkan peringatan "Mengandung Babi" pada label.

Produk tersebut antara lain Samyang (Mi Instan U-Dong), Nongshim (Mi Instan Shin Ramyun Black), Samyang (Mi Instan Rasa Kimchi) serta Ottogi (Mi Instan Yeul Ramen). 


Menurut Ayu Galuh, pemilik JeomsimID yang menjual produk makanan impor Korea di Instagram, ada tak sedikit produk Korea tak halal dipasarkan bebas. "Aku lihat ada tak sedikit produk (Korea) di pasaran nggak halal. Nggak cuma mie instan tapi snack juga," ungkapnya saat dihubungi harianfood (18/6). 

Mulai berjualan makanan Korea sejak tahun 2013, Ayu rutin menonton komposisi dari makanan Korea yang dipasarkannya. Ia meneliti tulisan dengan huruf Hangeul yang tertera pada kemasan. 

"Sebab impor, sehingga penjual wajib effort. Umpama pakai google translate lihat tulisan Korea di kemasan. Kalau saya ada tim dari sastra Korea yang mengartikannya," jelas wanita berhijab ini. 

Ayu begitu peduli dengan persoalan halal dari produk yang dipasarkan. Sebab itu, ia rutin share terhadap konsumen tentang informasi kehalalan produk. 

"Saya komitmen dari awal kalau wajib kasih informasi benar ke pembeli apalagi juga tak sedikit muslim. Kalau nggak, kami bisa bisa dosanya. Sekaligus kasih edukasi juga. Tak sedikit (konsumen) yang nanya halal alias nggak," ujar Ayu. 


Dalam laman Instagram ia kerap membahas mana produk halal, haram maupun syubhat (samar alias tak jelas halal haramnya). Produk mengandung babi biasanya tersedia tulisan 'dwaejigogi' (daging babi). Tergolong pada beragam tipe mie instan yang dipasarkan. Tidak hanya itu produk dengan kandungan daging juga kerap dikatakan tak halal sebab syubhat. 

Informasi terkini makanan halal Ayu bisakan dari rujukan situs-situs halal di Korea, komunikasi dengan kawan-kawannya di sana, maupun email langsung ke Korea Muslim Federation (KMF) yang mengeluarkan sertifikasi halal. 


"KMF buat sertifikasi halal tapi tak sedikit produknya dipasarkan di luar Korea. Di Korea jarang mie halal, ada yang vegetarian. Yang halal tak sedikit ekspor ke Malaysia serta Singapura," tambah Ayu yang pernah berpartisipasi dalam Halal Restaurant Week 2016. 

Sehingga ia pun tak sedikit menjual produk halal Korea yang diimpor dari Malaysia serta Singapura. Berbagai contoh mie instan Korea halal menurut Ayu antara lain Shin Ramyun bentuk cup, Nongshim Soon Veggie, Samyang Buldak serta Samyang Yukgaejang. Semuanya yang telah ada tanda halal. 


Ayu menyarankan bagi konsumen untuk membeli produk yang terbukti telah punya logo halal KMF. Agar terjamin kehalalannya. Karena halal tak cuma dilihat dari komposisi bahan, tapi bisa juga pabrik pengolahan makanannya. 

Ada produk yang tak menggunakan bahan haram, tapi diproduksi di pabrik yang membikin makanan dengan babi. Info ini biasa tertera di kemasan produk makanan Korea. 

"Sebagai penjual kami wajib proaktif. Kalau tahun ini produk bisa sertifikat KMF belum pasti berbagai tahun lagi masih sama. Bisa sehingga dirinya ubah tempat produksi. Sehingga bisa kirim email ke KMF, kelak dikasih feedback oleh mereka," pungkasnya.





Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger