Home » , , , , , , , , , , » Selalu Mulas dan Diare Selepas Sahur, Kenapa Ya?

Selalu Mulas dan Diare Selepas Sahur, Kenapa Ya?

Written By admin on Minggu, 04 Juni 2017 | Juni 04, 2017


harian365.com - Seorang pembaca harianhealth mengeluh perutnya rutin mulas serta bahkan hingga diare seusai sahur. Apabila tak teratasi, keluhan seperti ini pasti sangat mengganggu ibadah puasa Ramadan.

Keluhan tersebut disampaikan oleh pemilik akun 'bsonarea' dalam Live Chat 'Yuk! Biar Tahu Trik Pencernaan Masih Sehat saat Puasa' yang diadakan harianhealth serta harianhealt baru-baru ini. Menurut pengakuannya, keluhan tersebut telah dirasakannya selagi puasa.

"Apa sebab saat buka puasa saya tak makan nasi sebab telah kekenyangan dengan makan takjil?" tanyanya.

Pakar kesehatan saluran cerna dari RS Mayapada Tangerang, dr Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH berbicara bahwa keluhan tersebut kemungkinan tak berhubungan dengan puasa. Tak ada korelasi antara asupan makan yang dibatasi dengan mulas serta diare.

"Penyebab diare yang paling tak jarang merupakan makanan yang kotor yang terkontaminasi, menyebabkan tubuh kami merespons dengan dibuangnya kotoran lebih cepat," papar dr Hendra.

Selain itu, diare juga dapat dipicu oleh infeksi bakteri maupun virus. Orang awam menyebutnya mirip flu, namun di usus. Diare yang seperti ini, menurut dr Hendra bakal sembuh dengan sendirinya dalam 2-3 hari.


Apabila dibiarkan berlarut-larut sampai 12 jam, diare dapat memicu dehidrasi alias ketidak lebihan cairan. Apabila tetap dapat bersi kukuh boleh-boleh saja melanjutkan puasa, tetapi wajib segera menggantikan cairan tubuh yang hilang dengan tak sedikit minum saat berbuka puasa.

"Bilamana nggak kuat, terlalu masif diarenya, pasti kami mau nggak mau wajib mulai minum cairan, artinya abolisi puasa," kata dokter berkacamata ini.


dr Hendra meningkatkankan, pada orang yang punya sakit lambung dengan makanan yang merangsang juga mengalami buang air besar (BAB) lebih tak jarang. Tetapi bedanya dengan diare merupakan frekuensi buang hajat lebih dari 4 kali dalam sehari, disertai konsistensi feses yang cair.

"Kalau hanya tak berbentuk, hanya 2-3 kali mungkin bukan diare, itu lebih tak jarang ajah BAB-nya," pungkas dr Hendra.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger