Home » , , , , , , , » Sejumlah Seniman Tolak Angket KPK, Ini Tanggapan Anggota Pansus

Sejumlah Seniman Tolak Angket KPK, Ini Tanggapan Anggota Pansus

Written By admin on Senin, 12 Juni 2017 | Juni 12, 2017


harian365.com - Gerakan menolak Angket KPK kian meluas, sampai sejumlah seniman bakal menggalang kekuatan untuk menggelar Maklumat Adat Tolak Angket KPK. Sebagai salah satu anak buah dari Pansus KPK, Arsul Sani pun merespons faktor ini.

Atas tidak sedikitnya tasumsi terhadap hak angket, menurutnya menginformasikan dengan cara jelas serta bijaksana soal Angket KPK terhadap masyarakat merupakan tugas dari DPR.

"Tentu menjadi tugas DPR serta pada khusunya Pansus Angket KPK untuk dapat dengan cara bijaksana membahas mengenai materi serta masalah angket ini dengan cara bijak," kata Arsul melewati pesan tertulis terhadap harianhot, Minggu (11/6/2017). 

Asrul menyebut DPR wajib turun tangan untuk membahas soal hak angket ini terhadap masyarakat supaya tidak berpersepsi berdasarkan kabar-kabar yang beredar. Dirinya meyakini tidak sedikit masyarakat yang memahami hak angket berdasarkan opini yang dibentuk sebelum mengenal dengan cara mendalam maksud hak angket tersebut serta akhirnya mengambil kesimpulan (apriori).

"Selama ini kan tidak sedikit elemen-elemen masyarakat yang memahami soal angket ini hanya berdasarkan penjelasan atau kabar-kabar yang dibentuk dari opini dari kelompok yang terbukti telah apriori duluan terhadap angket ini," ujarnya.

Dia berbicara supaya masyarakat tidak menelan mentah-mentah info dari pemkabaran ini. Arsul juga menyarankan jika seniman, yang tergolong dalam kelompok masyarakat, ingin mengenal lebih jauh, maka mereka dapat meminta DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).

"Sebab itu lebih baik elemen-elemen masyarakat ini dapat meminta RDPU atau rapat dengar pendapat umum dari Komisi III atau Pansus Angket, selain mengambil sikap berdasar opini sepihak tersebut," tambahnya. 

Sebelumnya, sejumlah seniman yang juga pegiat anti-korupsi menyebutkan tekadnya untuk menolak pemakaian hak angket KPK oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka menolak hak angket tersebut sebab dikualitas bakal menghancurkan bangsa. 


Kegiatan itu diinisiasi Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns atau Sys NS serta Harry Tjahjono. Ada pula nama Arswendo Atmowiloto. 

Menurut Sys NS, Pansus angket KPK sengaja dibangun oleh DPR untuk melemahkan lembaga anti-rasuah tersebut. Rakyat tidak boleh diam serta wajib mengambil langkah untuk mengabolisi niatan sejumlah politikus di DPR itu. 

"Gerakan yang mau dibangun oleh DPR merupakan proses penghancuran bangsa. Sementara KPK serta pemerintah tengah membangun serta giat meperbuat pemberantasan korupsi, ini ada upaya pelemahan KPK oleh DPR," kata Sys, Minggu (11/6).




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger