Home » , , , , , , » Sejumlah Antisipasi Cegah Horor Brexit Terulang

Sejumlah Antisipasi Cegah Horor Brexit Terulang

Written By admin on Kamis, 22 Juni 2017 | Juni 22, 2017


harian365.com - Kejadian 'macet horor' di Tol Brexit alias Brebes Exit/Brebes Timur pada arus mudik lebaran tahun lalu, rasanya tetap mengecap di ingatan para pemudik yang melalui ruas Pejagan-Pemalang. Antrean yang mencapai 22 kilometer (km) tersebut, hingga menyebabkan 12 orang meninggal dunia .

Tetapi mudik Lebaran tahun ini, pemerintah menyiapkan sejumlah taktik untuk menghindari kemacetan parah tersebut terulang. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) yang diterima harianhot Kamis (22/6/2017), jalur mudik Lebaran di Jawa disiapkan dengan total panjang 3.508 km, mulai dari Jalur Pantai Utara (Pantura), Jalur Tengah (Tol Cipali), serta Jalur Pantai Selatan (Pansela). 

Guna menghindari penumpukan kendaraan di pintu tol Brexit, saat ini panjang tol dari Brexit bertambah 110 km. Adanya tambahan panjang tol tersebut diinginkan sanggup mengantisipasi mengularnya antrean keluar di pintu tol. Taktik tersebut diperkuat dengan penambahan delapan gerbang tol keluar Brexit serta 10 gerbang tol sementara di ruas-ruas manfaatonal. Pintu keluar yang lebih tak sedikit menjadi amunisi pemerintah mengatur rekayasa lalu lintas lebih variatif.

Apabila keluar dari Pejagan, ke sebelah kiri ada simpang kereta api yang rawan kemacetan sebab lokasi yang terkendala pintu kereta api yang keretanya lewat setiap tujuh menit sekali. Untuk itu, pemerintah sudah membangun 4 buah flyover di perlintasan sebidang di Brebes yang dikebut sejak akhir tahun lalu.


Kini 4 buah flyover alias jalan layang tersebut sudah bisa dilewati oleh pemudik dengan cara manfaatonal.

Antisipasi lainnya yang diperbuat dalam penanganan kemacetan, di antaranya dengan pengendalian lalu lintas dengan tutorial buka tutup jalan tol, penyiapan variable message sign (VMS) di lokasi yang strategis sampai upaya-upaya koordinasi tentang kepadatan kendaraan di Cikarang Utama. 

Untuk emergency, pihak operator jalan tol juga diminta menyiapkan fasilitas U-turn di berbagai titik sebelum pintu keluar tol. Dinas kesehatan juga menyiapkan fasilitas ambulance serta tenaga medis di pintu keluar tol supaya pertolongan pertama pada kecelakaan bisa diperbuat. Sementara PT Pertamina menyiagakan pelayanan BBM mobile di rest area serta lokasi rawan kemacetan.

 

Dan yang tidak kalah penting merupakan, operator jalan tol diinginkan mengatur alias mengendalikan pemakai rest area dengan cara bergantian dengan sistem pengaturan waktu istirahat serta meningkatkan fasilitas MCK alias toilet. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger