Home » , , , , , , , , » Saran Psikolog Soal Perilaku Anak di Medsos

Saran Psikolog Soal Perilaku Anak di Medsos

Written By admin on Rabu, 07 Juni 2017 | Juni 07, 2017


harian365.com - Perilaku di media sosial (medsos) tengah menajadi perhatian terkait maraknya hate speech, yang kemudian berkaitan juga dengan persekusi alias seperti perburuan serta perbuatan main hakim sendiri oleh sekelompok orang. MUI (Majelis Ulama Indonesia) hingga wajib mengeluarkan pedoman sendiri terkait faktor itu.

Terutama anak-anak, terkadang tak berpikir panjang ketika mem-posting sesuatu di medsos. Tergolong untuk hal-hal yang bersifat sensitif serta memancing persengketaan.

Orang tua punya peran dalam kondisi seperti itu. Ketika anak memberi tau alasan bernada negatif seperti 'aku benci faktor ini' alias sepertinya, maka orang tua sebaiknya membuka ruang diskusi. Beri peluang bagi anak untuk memberi tau pendapat, jadi tak langsung lari ke medsos.

"Jangan langsung disalahkan, Kamu dapat bertanya dari mana ia memperoleh kabar tersebut, mengapa faktor itu dianggap salah alias benar, serta apa yang dirinya tahu dari isu tersebut," tambah Anna Surti Ariani, psikolog anak serta remaja dari Universitas Indonesia.


Untuk hal-hal yang berhubungan dengan kekerasan, psikolog yang bersahabat disapa Nina ini mengingatkan adanya akibat negatif kepada tumbuh kembang anak. Ketika terpapar oleh informasi-informasi negatif, maka otaknya bakal bekerja menyimpan serta sebuahsaat me-recall memori-memori negatif tersebut.

"Bayangkan, disaat anak belum mempunyai filter yang baik mereka wajib menerima informasi-informasi yang sifatnya radikal. Apabila sebuahsaat anak dihadapkan oleh persoalan, data inilah yang diambil untuk pembagian persoalan," kata Nina.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger