Home » , , , , , , , , » Saran Psikolog Jika Hendak Beli Barang Sebagai Kejutan untuk Suami

Saran Psikolog Jika Hendak Beli Barang Sebagai Kejutan untuk Suami

Written By admin on Senin, 05 Juni 2017 | Juni 05, 2017


harian365.com - Memberi kejutan pada suami sah-sah saja terlebih 'dalam rangka' membikin penampilan suami sehingga lebih baik. Contohnya, istri membelikan suami pakaian, jam tangan, alias perlengkapan lainnya.

"Saya tidak jarang beliin barang-barang gitu buat suami. Biasanya saya suka pancing-pancing serta saya tahu dirinya suka yang mana. Sehingga pas saya beliin tanpa sepengetahuan dia, dirinya rutin bahagia serta nggak sempat nolak," kata bunda satu anak, Jenny yang bekerja sebagai karyawan swasta.

Untuk membeli barang-barang untuk sang suami umpama sepatu alias baju, Jenny rutin memakai uangnya sendiri. Lain Jenny, lain pula yang diperbuat bunda rumah tangga bernama Karin. Selagi ini, ia jarang membelikan pakaian untuk sang suami dengan tutorial kejutan.

"Sebab selera suami saya beda. Sempat saya beliin, nggak nolak sih dirinya cuma kelihatan aja kalau tidak lebih suka. Tapi masih dipakai juga baju yang saya beliin. Tapi kalau pakaian dalam tidak jarang saya beliin tanpa sepengetahuan dirinya sebab saya udah tau ukurannya, merk apa yang tepat sama dia," kata Karin.

Sebab ia tidak bekerja, Karin tidak menampik apabila uang yang dipakai untuk membelikan barang-barang untuk suaminya memakai uang bulanan yang diberi sang suami. Nah, soal memberbagi barang untuk menunjang penampilan suami serta sifatnya sebagai kejutan, psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Tiara Puspita M.Psi., Psikolog mempunyai pesan.

"Pertama kalau suami nggak suka, ya jangan beliin. Semakin kalau kami belikan sesuatu yang dirinya nggak tahu kan dapat aja dirinya nggak suka dengan sesuatu yang kami beliin," kata wanita yang bersahabat disapa Tita ini.


Menurut Tita, apabila ingin memberi kejutan, istri dapat mencari tahu barang semacam apa yang dibahagiai sang suami. Atau, dapat tanyakan langsung maukah suami dibelikan baju baru sebab baju yang selagi ini dipakai telah kumal umpama.

Sehingga, sebelum membeli telah dipastikan bahwa suami terbukti bersedia dibelikan pakaian. Kemudian, dapat pula ditanyakan pada suami uang siapa yang dipakai, apabila terbukti kebetulan istri juga bekerja.

"Jadi kami tanyain aja dari awal daripada kelak udah dibeliin, eh suami bilang 'Lho saya kan nggak nyuruh kalian beli'. Kalau dikomunikasikan, dikasih tahu contohnya baju dalam kalian telah pada melar nih, nandi aku beliin ya. Tapi kalian gantiin ya uangnya. Kalau suami oke, ya telah beliin. Dengan begitu, suami kan sehingga lebih terbuka juga," kata Tita.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger