Home » , , , , , , , , , » Samyang U-dong dan Kimchi Tak Pernah Daftar Sertifikasi Halal

Samyang U-dong dan Kimchi Tak Pernah Daftar Sertifikasi Halal

Written By admin on Minggu, 18 Juni 2017 | Juni 18, 2017


harian365.com - Produk Mie Samyang (U-Dong) serta Samyang (rasa Kimchi) dinyatakan positif mengandung fragmen babi serta ditarik oleh BPOM. MUI menyebutkan, produk ini terbukti tidak memperoleh serta mengajukan sertifikasi halal.

Produk mie yang dinyatakan mengandung fragmen babi itu yakni Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) serta Ottogi (mie instan Yeul Ramen).

"Belum (berlabel MUI), Samyang ada berbagai importir serta rasa tipe Samyang. Yang dihadirkan BPOM belum mendaftar sertifikasi halal juga, enggak ada bersertifikasi halal serta belum mendaftar ke MUI juga," kata Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim saat dihubungi, Minggu (18/6/2017).

BPOM meminta penarikan produk mie asal korea itu sebab mengandung fragmen babi. Menurut Lukmanul, produk mie itu juga tidak bekerjasama dengan MUI untuk memperoleh label halal.

"Tidak, sebab importir tetap bebas, halal alias tidak halal tetap leluasa artinya tetap hutan belantara ya. Terbukti ada tipe rasa yang sedang mengajukan tapi tidak ada dalam daftar itu," kata Lukmanul.

Dia berkata, produk itu telah memperoleh nomer makanan luar negeri dari BPOM, jadi mereka telah diberbagi masuk ke Indonesia oleh BPOM. 

"Iya, ini mereka (BPOM) menduga ada babi nyatanya betul. Tapi tidak dicantumkan logo babi itu persoalannya itu saja. Persoalannya ini lama telah masuk ML (makanan luar negeri) telah ada juga, telah izin masuk dari BPOM masyarakat butuh tahu," ucap Lukmanul.

Menurutnya, sewajibnya produk mie itu memberbagi label babi apabila mengandung fragmen babi. Apabila produk itu tidak mengandung fragmen babi, maka dalam kemasan diberbagi label halal.


Tentang mekanisme untuk memperoleh label halal, kata dia, produk mie itu wajib melengkapi dokumen. Seusai itu, MUI meperbuat pemeriksaan pabrik ke Korea serta kemudian MUI memutuskan untuk memberbagi label alias tidak. 

"Mereka mendaftar lalu ke kita, lalu melengkapi dokumennya. Seusai periksa dokumen lengkap, baru kemudian pemeriksaan pabrik ke Korea, belum satu pun yang kami kunjungi. Seusai periksa pabrik kami bahas, kami rapatkan baik temuan maupun tidak ada temuan baru kemudian kami putuskan," pungkas Lukmanul. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger