Home » , , , , , , , , , » Saat Anak Melihat Video 'Aksi Nyaris Bugil', Ini yang Sebaiknya Ortu Lakukan

Saat Anak Melihat Video 'Aksi Nyaris Bugil', Ini yang Sebaiknya Ortu Lakukan

Written By admin on Kamis, 08 Juni 2017 | Juni 08, 2017


harian365.com - Berbagai waktu yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan viralnya video perempuan yang nyaris bugil tengah berbelanja di suatu  toko obat di bilangan Mangga Besar, Jakarta Barat. Dalam hitungan menit video tersebut telah menyebar luas di dunia maya, tak dipungkiri bahwa tak sedikit anak-anak yang juga menontonnya.

Psikolog anak, Novita Tandry berbicara bahwa jangan menunjukan reaksi yang berlebihan terhadap anak tentang video tersebut, sebab faktor itu yang mengakibatkan akibat yang tak baik untuk psikologis anak. Tetapi orang tua wajib membahas dengan baik mengapa faktor itu bisa terjadi.

"Dijelaskan bahwa ini terbukti tak pantas. Keluar dari kamar mandi, aurat wajib ditutup tak boleh diperlihatkan terhadap orang lain. Kalau hingga ini terjadi berarti antara dirinya orang gila, pengaruh narkoba, alias terbukti mentalnya sedang sakit," tutur Novita saat ditemui pada temu media di Hotel Shangri-La, Jalan Jendral Sudirman Kav 1, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017),

Ia menyarankan untuk membahas terhadap anak apa yang wajib Ia perbuat jika berjumpa langsung dengan pelaku aksi nyaris bugil tersebut. Jelaskan pada anak untuk memberbagi baju alias penutup apapun supaya tubuh si pelaku bisa tertutupi.

Selain itu, jelaskan terhadap anak supaya tak merekam kejadian tersebut, tak menghina alias malah membikin kejadian tersebut menjadi viral. Faktor ini penting diperbuat untuk menumbuhkan sifat simpati serta menghargai orang lain.


"Kalau anak ditanya apa yang kalian perbuat kalau ketemu orang itu? Serta jawabannya sesuai dengan hal-hal tadi, itu tandanya orangtua telah mendidik dengan baik," tambahnya terhadap harianhealth.


Menurutnya, dengan penjelasan yang baik bakal berakibat baik pula pada psikologis anak. Orang tua wajib membangun kepercayaan anak supaya bisa memahami faktor mana yang dianggap baik alias tidak. 

Salah satunya caranya yaitu dengan berkomunikasi dengan cara intens. Dengan tak jarangnya komunikasi, anak mempercayai orang tua serta orang tua pun bisa dengan mudah mengawasi anak berselancar di dunia maya. 




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger