Home » , , , , , , , , , , » Rokok Menyebabkan Kanker Paru, Dokter: Stop Merokok!

Rokok Menyebabkan Kanker Paru, Dokter: Stop Merokok!

Written By admin on Sabtu, 17 Juni 2017 | Juni 17, 2017


harian365.com - Penyakit kanker tergolong salah satu penyakit yang mematikan baik bagi laki-laki maupun perempuan. Penyakit ini menempati nomor dua penyebab kematian di dunia serta salah satu tipe yang berbahaya merupakan kanker paru.

Berdasarkan data Globocan tahun 2010 sampai kini, kanker paru merupakan kanker nomer lima yang menyebabkan kematian di dunia. Diungkapkan dokter spesialis kanker paru serta pakar imunoterapi, dr Sita Laksmi PhD, SpP(K), bahwa tak sedikit permasalahan kanker paru disebabkan oleh rokok.

"Seusai produksi rokok makin tak sedikit, angka kenaikan kanker paru juga meningkat lebih tak sedikit," ujarnya terhadap harianhealth saat ditemui di Harris Suites Meeting Room, f5 FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2017).

Umum diketahui bahwa rokok mengandung ribuan zat kimia semacam toxic, zat adiktif, karsinogen serta zat lainnya. Tiga perempat dari seluruh zat kimia yang terkandung di dalam rokok merupakan karsinogen, serta zat ini yang menyebabkan kanker paru.


"Risiko perokok menjadi kanker paru itu 13,6 kali lipat dibanding orang yang tak merokok, sedangkan yang pasif risikonya 4 kali lipat dibandingkan yang tak merokok," tambah dr Sita dari RSUP Persahabatan.

Kanker paru tak mempunyai gejala yang spesifik serta tak bisa terdeteksi sejak dini. dr Sita mengungkapkan tak sedikit pasien yang terdeteksi kanker paru telah memasuki stadium lanjut (stadium 4). Pada kondisi tersebut wajib segera diperbuat terapi semacam kemoterapi, radioterapi, alias terapi lainnya.


Menurut dr Sita kanker paru biasanya mempunyai gejala semacam penyakit pernapasan lainnya semacam batuk kronik, sesak napas, batuk darah, suara serak, berat badan menurun, suara napas mengi, serta nyeri dada jadi susah untuk dibedakan.

"Jadi wajib masih mengecekkan kesehatan diri dengan cara selalu setidaknya satu tahun sekali," imbuh dr Sita.

"Yang terpenting stop merokok!," pungkasnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger