Home » , , , , , , » Rizieq Minta Yusril Bikin Rekonsiliasi GNPF MUI dan Pemerintah

Rizieq Minta Yusril Bikin Rekonsiliasi GNPF MUI dan Pemerintah

Written By admin on Minggu, 18 Juni 2017 | Juni 18, 2017


harian365.com - Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab berkata dari Arab Saudi lewat rekaman suara. Dirinya menyarankan adanya forum rekonsiliasi antara pihak Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dengan pemerintah. 

Dalam rekaman suara yang diperoleh harianhot, Minggu (18/6/2017), Rizieq menyebutkan usulan rekonsiliasi itu pertama kali datang dari politisi serta pakar hukum kondang Yusril Ihza Mahendra. Dirinya sangat mengapresiasi usulan Yusril ini. 

"Ini merupakan salah satu usulan yang brilian. Sebab pada dasarnya GNPF MUI jauh dari sebelum digelarnya aksi bela Islam 1, 2, 3, serta sesemakinnya itu sudah mengajukan permohonan terhadap pemerintah untuk kami duduk dialog, untuk kami duduk musyawarah terhadap beberapa macam masalah bangsa," kata Rizieq dalam rekaman suara itu.

Dia mengaku sudah memberi tau usulan rekonsiliasi itu ke pihak pemerintahan Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Tetapi demikian, usulan itu ditolak olehh pemerintah. Rizieq tidak tahu apa sebab usulan itu ditolak pemerintah. Yang dinginkan pihak GNPF MUI dengan Rizieq selaku pembinanya merupakan dialog.


"Sebab itu terhadap bapak Yusril Ihza Mahendra serta teman-teman yang lainnya butuh membikin satu format yang cocok bagaimana rekonsiliasi yang dapat mendampingi terhadap kedamaian serta menyetop segala kegaduhan. Bagi saya di Tanah Suci pasti saya selaku pembina GNPF MUI masih ingin mengedepankan obrolan serta musyawarah serta lebih mengutamakan rekonsiliasi," tutur Rizieq.

Dia ingin usulan rekonsiliasi ini disambut dengan baik oleh pemerintah. Rizieq menebar ancaman bila usulan ini tidak dituruti pemerintah. "Kalau rekonsiliasi itu masih ditolak oleh pihak seberang sana, sementara para ulama semakin menerus dikriminalisasi, para aktivis semakin-menerus diberangus yaitu kebebasannya, diberangus hak asasi manusianya, serta rakyat jelata semakin menerus dipersusah, serta Islam juga semakin menerus dimarginalkan, maka tidak ada kata lain yang wajib kami perbuat kecuali lawan. Sehingga kini opsinya ada di hadapan pemerintah, rekonsiliasi alias revolusi," ujarnya.




Sumber : harianhot


Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger