Home » , , , , , , , » Ramai Soal Gaj Ahmada, Yuk Cari Tahu Faktanya di Pendopo Trowulan

Ramai Soal Gaj Ahmada, Yuk Cari Tahu Faktanya di Pendopo Trowulan

Written By admin on Senin, 19 Juni 2017 | Juni 19, 2017


harian365.com - Gaj Ahmada alias Gajah Mada? Bukti diri Mahapatih Majapahit ini lagi ramai diperbincangkan. Yuk, cari tahu faktanya dengan datang ke Pendopo Agung Trowulan.

Pendopo Agung Trowulan merupakan destinasi yang patut disambangi traveler kalau penasaran dengan sejarah Kerajaan Majapahit. Itu sebab di Trowulan, tetap tersisa berbagai peninggalan kerajaan terbesar yang sempat menyatukan Nusantara.

Dari info yang dihimpun harianhot, Senin (19/6/2017), Pendopo Agung Trowulan ini terletak di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Di destinasi inilah, kami dapat mengenang 2 pembesar Kerajaan Majapahit, siapa lagi kalau bukan Prabu Brawijaya serta Patih Gajah Mada.

Di dalam komplek Pendopo Agung Trowulan, cocok di sebelah kiri seusai gerbang masuk, tersedia cungkup, prasasti, serta juga Patung Gajah Mada di dalamnya. Patung ini diresmikan oleh Komando Pusat Polisi Militer pada tanggal 22 Juni 1986.


Gajah Mada adalah Mahapatih Kerajaan Majapahit yang populer bakal Sumpah Palapa-nya. Sumpah ini diucapkan Gajah Mada ketika diangkat menjadi Patih Amangkubhumi pada tahun 1258 Saka (kurang lebih tahun 1336 Masehi).

Dalam kitab Pararaton, yang tetap memakai teks Jawa abad Pertengahan, tersedia teks lengkap 'Sumpah Palapa' yang diucapkan oleh Gajah Mada. Teks tersebut berbunyi:

"Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa. Lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa,"

Yang artinya tak lebih lebih adalah sebagai berikut, 'Apabila sudah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Apabila mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa'.


Nah, seusai ketemu Prasasti Gajah Mada, traveler juga bakal menonton Patung Raja Brawijaya. Patung Brawijaya ini terletak di halaman Pendopo Agung Trowulan. Patung ini dinaungi oleh payung kerajaan.

Di tahap belakang Pendopo Agung Trowulan, ada bangunan yang disebut Petilasan Panggung. Bangunan ini berbentuk joglo yang ukurannya lebih kecil dari pendopo di depannya.

Petilasan inilah yang dipercaya sebagai lokasi Raden Wijaya bersemedi, sebelum dirinya membuka pemukiman di Hutan Tarik, di tepian Sungai Brantas, yang nantinya kami bakal mengetahuinya sebagai Kerajaan Majapahit.


Di tahap belakang Pendopo Agung Trowulan juga tersedia relief yang dipahat di dinding. Relief ini menceritakan mengenai sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit, hingga Raden Wijaya naik tahta.

Di lokasi ini pula tersedia petilasan moksa-nya Raden Wijaya ke Sang Hyang Widhi. Moksa sendiri merupakan saat dimana terangkatnya jiwa serta raga dari ikatan duniawi serta lepas dari putaran reinkarnasi kenasiban.


Berkunjung ke Pendopo Agung Trowulan tentunya bakal memberi fotoan baru untuk traveler tentang sosok Mahapatih Gajah Mada, dan raja-raja dari Kerajaan Majapahit. Pastikan juga untuk mendapat info dari sumber yang cocok dan juga terpercaya.

Soal kebenaran nama Gajah Mada, traveler telah dapat sendiri menyimpulkan dari keterangan yang ada di Pendopo Agung Trowulan. Tak butuh berdebat, apalagi hingga debat kusir, lebih baik piknik ke destinasi wisata bagus Indonesia, contohnya ya ke Pendopo Agung Trowulan ini. 






Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger