Home » , , , , , , , , , , , » Pulang Kampung ke 4 Kota Ini, Ada Kampung Warna-warni

Pulang Kampung ke 4 Kota Ini, Ada Kampung Warna-warni

Written By admin on Kamis, 22 Juni 2017 | Juni 22, 2017


harian365.com - Pulang kampung merupakan peristiwa keluarga yang penuh warna. Buat kalian yang mudik ke 4 kota ini, jangan lupa mampir ke kampung warna-warni.

Akhir-akhir tengah marak trend mewarnai kampung di Indonesia. Lewat warna-warni cerah, sejumlah kampung bersolek untuk mencuri perhatian wisatawan. Mumpung sebentar lagi Lebaran, traveler yang mudik mungkin dapat menyempatkan untuk sekalian mampir.

BACA JUGA: Mudik dari Jakarta, Harus Bawa Oleh-oleh Ini
https://travel.hariantravel/travel-news/d-3538183/mudik-dari-jakarta-harus-bawa-oleh-oleh-ini

Lokasinya pun ada di beberapa kota besar semacam Semarang sampai Malang. Dihimpun oleh hariantravel, Kamis (22/6/2017) berikut 4 kampung warna-warni yang dapat sehingga rekomendasi saat mudik (https://travel.hariantravel/readgambar/2017/06/21/122154/3537760/1384/1/mudik-lebaran-ayo-ke-pantai-tanpa-nama-di-sabang) kelak yang dijelaskan dalam halaman-halaman berikut ini:

1. Semarang


Akhir-akhir nama Kampung Pelangi di Semarang mulai terkenal di kalangan traveler dalam negeri. Tak hanya itu, media asing bahkan hingga ikut memkabarkan.

Berlokasi di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, nama Kampung Pelangi terbukti tengah naik daun di kalangan traveler. Tetapi dahulu, kampung yang mempunyai nama orisinil Kampung Wonosari tersebut boleh terbilang biasa saja.

Tetapi atas inisiatif dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, akhirnya Kampung Wonosari mulai dicat pada 15 April 2017 lalu dengan gotong royong. Ke depannya sejumlah fasilitas lain semacam toilet umum hingga warung juga bakal ada di sana.

Kini traveler yang datang ke Kampung Pelangi dapat menjelajahi beberapa sudutnya yang warna-warni. Jangan lupa bergambar ya!

2. Malang


Sebelum ada Kampung Pelangi Semarang, telah lebih dulu ada Kampung Warna-warni di Malang. Tak jauh beda dengan di Semarang, dahulu Kampung Warna-warni Malang juga lumayan kumuh. Sebelum namanya diganti, dulu kampung ini dikenal dengan nama Jodipan.

Tetapi berkah inisiatif dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam kelompok guyspro, dirapikanlah Kampung Jodipan dengan tutorial dicat warna-warni. Proses pengecatannya pun dimulai pada Juni 2016 lalu.

Perlahan, usaha itu pun berbuntut manis. Tidak hanya sehingga lebih cantik serta sedap dilihat, Kampung Warna-warni Malang juga kian terkenal serta ramai dikunjungi wisatawan.

Kunjungan wisatawan pun tak hanya memberi pemasukan tambahan bagi warga kurang lebih, tapi juga merubah perilaku masyarakatnya sehingga lebih baik. Sungguh kreatifitas yang positif!

3. Palembang


Selain Semarang serta Malang, Palembang pun tak mau ketinggalan. Baru diresmikan pada 25 Mei 2017 lalu oleh Walikota Palembang Harnojoyo, sejumlah rumah warna-warni di sepanjang ajaran Sungai Musi mulai mencuri perhatian.

Sebelum menjadi destinasi wisata, terbukti tempat ini adalah kawasan kumuh. Jadi dengan konsep Musi Bercorak, Sungai Musi yang mempunyai sejuta adat serta sejarah yang tak dimiliki daerah lain bakal terus menjadi cantik serta tujuan wisatawan.

Tidak hanya itu, keindahan corak warna warni yang bisa dilihat di sepanjang Sungai Musi juga bisa meningkatkan daya tarik ekonomi masyarakat kurang lebih. Khususnya bagi pengrajin kesenian, penjual suvenir lokal serta kuliner pempek sebagai makanan khas kota Palembang.

Kampung warna-warni tersebut bisa dilihat mulai dari bawah Jembatan Ampera sampai 7 Ulu yang berjarak kurang lebih 2 kilometer. Terkesan indahnya kampung warna-warni dengan konsep Musi Bercorak saat menyusuri sungai. Jadi saat wisatawan bergambar bakal terkesan background Sungai Musi yang indah.

4. Lubuklinggau


Terbaru ada Kampung Warna-warni di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Sejak diresmikan oleh Walikota Lubuklinggau Prana Putra Sohe pada 10 Maret 2017 lalu, Kampung Warna-warni semakin ramai pengunjung.

Awalnya Kampung Warna-warni sendiri terbentuk atas inisiatif ibu-ibu kelompok PKK di kelurahan Lubuklinggau Ulu, Lubuklinggau Barat II. Kemudian dibantu oleh dinas terkait serta didukung langsung oleh Walikota, jadi terbentuk tempat wisata baru ramah anak.


Tidak hanya gambar selfie saja, pengunjung juga bisa menikmati ajaran sungai yang bersih serta gambar dengan background Bukit Sulap di belakangnya. Tidak hanya itu, nantinya kampung ini juga bakal jadi kampung KB serta menjadi kampung yang sangatlah terpadu dengan beberapa inovasi serta masukan dari masyarakat. Bagus!




Sumber : hasriantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger