Home » , , , , , , , , , » Pesan dari WNI di Suriah yang Ungkap Kebohongan ISIS

Pesan dari WNI di Suriah yang Ungkap Kebohongan ISIS

Written By admin on Sabtu, 17 Juni 2017 | Juni 17, 2017


harian365.com - Sejumlah warga Indonesia hijrah ke Raqqa, suatu kota di Suriah yang diklaim kelompok ekstremis ISIS sebagai bunda kota negara Islam. Asa andalan serta mimpi untuk nasib dengan sejahtera di bawah kekuasaan 'Daulah Islamiyah' menjadi andalan mereka. 

Tetapi cerita berganti begitu mereka menginjakkan kaki di Raqqa. Apa yang menjadi cita-cita serta andalan mereka pupus. Mereka pun berusaha untuk lari dari kota yang bak 'neraka' tersebut. Sejumlah kebohongan dari iming-iming militan ISIS sudah membuai warga Indonesia tersebut untuk datang ke Raqqa. 

Semacam yang dialami Nur (19). Awalnya Nur kepincut pindah ke Suriah seusai menonton gambar serta video mengenai negara Islam yang diunggah ISIS ke internet. Bayangan serta andalan Nur mengenai tinggal di Raqqa kemudian pudar serta menghilang. 

"Semua bohong ... ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk ke negara mereka, yang kami lihat sangat tak sama dengan apa yang mereka katakan di internet," kata Nur terhadap wartawan AFP di satu kamp di Ain Issa, kurang lebih 50 kilometer di utara Raqqa.


Semula, Nur beserta ayah serta saudara laki-lakinya diimingi bakal nasib pantas di Raqqa. Ayahnya bakal dijadikan milisi ISIS dengan gaji tetap. Cita-cita tersebut yang memantapkan langkah kaki Nur hijrah ke Raqqa. 

Begitu hingga, apa yang dialami Nur sekeluarga nyatanya tak sama. Bahkan Nur dikejar oleh para tentara ISIS untuk dijadikan sebagai ISIS. Nur berkata, tak sedikit dari para tentara tersebut menikah hanya dua bulan alias dua pekan. Mereka hanya bertanya apakah ada perempuan yang bisa dijadikan sebagai istri. 

"Tidak sedikit milisi ISIS yang duda ... mereka menikah hanya dua bulan alias dua pekan saja. Tak sedikit laki-laki datang ke rumah serta berbicara ke ayah saya, saya ingin anakmu," ungkap Nur.

Tak cuma Nur. Cerita senada juga dialami Leefa (38). Perempuan yang tengah mengalami persoalan kesehatan itu punya harapan. Apabila tinggal di ISIS ia bakal mudah memperoleh pengobatan. Tanpa anggaran sepeserpun. Leefa kemudian mengontak anak buah ISIS melewati internet. 

Gayung bersambut. Anak buah tersebut berbicara ISIS bakal mengganti uang tiket serta mengiming-imingi Leefa bisa meninkmati kenasiban di Raqqa. Rupanya apa yang dikatakan anak buah ISIS itu hanya bualan semata. Operasi yang dijalani Leefa nyatanya wajib merogoh kocek sendiri. 


Ratusan WNI Tetap Ada di Suriah serta Upaya Polri


Pemerintah Indonesia berbicara sekarang tetap ada 500 hingga 600 WNI di Suriah. Jumlah tersebut bisa bertambah karena adanya ratusan WNI yang mencoba masuk. Tetapi pemerintah mengambil langkah untuk segera mendeportasi mereka. 

Cerita Nur serta Leefa turut menjadi perhatian Polri. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul berkata, polisi sudah meperbuat empat faktor atas propaganda yang diperbuat ISIS di media sosial.

Pertama, polisi memberbagi info yang benar terhadap masyarakat serta meng-counter kabar-kabar yang meresahkan masyarakat. 

Kedua, polisi juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi serta Informatika untuk memblokir website yang dianggap membahayakan. Polisi juga mencari dalang dari website berbahaya itu.


"Hal pertama, kami counter, kami jelaskan, kami perbuat penyebaran informasi-informasi yang cocok benar untuk menjawab info yang tak cocok itu," kata Martinus.

Terbaru, polisi juga bakal meperbuat perbuatan hukum apabila tetap tersedia situs-situs yang meresahkan. Upaya ini diperbuat dengan cara utuh oleh polisi supaya masyarakat bisa terhindar dari propaganda sesat.

"Apabila ini tetap tetap tumbuh dengan situs-situs baru, web-web baru, maka kami perbuat penegakan hukum. Dalam berbagai bulan terbaru ini ada permasalahan penghinaan, ujaran kebencian, yang kemudian bermuatan melanggar UU ITE, maka kami bakal proses," tuturnya. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger