Home » , , , , , , , , , , » Perjalanan Djarot: dari Wali Kota Blitar hingga Gubernur DKI

Perjalanan Djarot: dari Wali Kota Blitar hingga Gubernur DKI

Written By admin on Kamis, 15 Juni 2017 | Juni 15, 2017


harian365.com - Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bakal segera dilantik menjadi gubernur definitif pada 15 Juni. Dirinya bakal menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sekarang ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. 

Perjalanan Djarot menduduki kursi DKI 1 hingga Oktober 2017 dipenuhi drama dan lika-liku. Salah satunya saat majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan Ahok divonis dua tahun penjara atas permasalahan penistaan agama. 

Hampir 3 tahun Djarot mengantarkan Ahok sebagai wakil gubernur. Ia pun kemudian berganti jabatan begitu Ahok ditahan. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberbagi surat penugasan terhadap politikus PDIP itu sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta. 

Saat seremonial pelantikan, tidak ada senyum di wajah Djarot. Mengingat beberapa waktu sebelumnya Ahok telah mendekam di dalam jeruji besi. 

Berikut perjalanan Djarot hingga menempati posisi sebagai Gubernur DKI Jakarta:


Tahun 2000-2010

Djarot menjabat sebagai Walikota Blitar dari tahun 2000 hingga 2005. Tidak berhenti di situ, Djarot kembali menjadi orang nomor satu di Blitar hingga tahun 2010.

Ketika memimpin Blitar, tidak sedikit faktor yang digagas oleh Djarot yang dikenal sangat membatasi mal bertingkat dan gedung pencakar langit. Djarot lebih memilih untuk menata pedagang kaki lima dengan konsep yang matang.


Politisi PDI Perjuangan itu juga sempat memperoleh beberapa apresiasi atas kontribusi positifnya selagi menjabat sebagai Walikota Blitar. Djarot sempat menerima Apresiasi Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah di tahun 2008. Tidak hanya itu, dirinya juga menerima Apresiasi Paling baik Citizen's Charter Bidang Kesehatan Hidayah Adipura selagi 3 tahun berturut-turut yaitu dari tahun 2006, 2007, dan 2008.


17 Desember 2014

Seusai Ahok dilantik sebagai gubernur oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014, ia langsung mencari kandidat yang cocok untuk menjadi wakilnya. Sejumlah nama sempat disodori oleh PDIP untuk mengantarkan Ahok, tergolong salah satunya Boy Sadikin. 

Ahok menjatuhkan opsi terhadap Djarot yang bakal menemaninya untuk memimpin DKI hingga Oktober 2017. Dalam wawancara pada 2014 lalu, Ahok mengungkapkan dirinya begitu bahagia saat PDIP menyetujui opsi untuk posisi wakil gubernur. 

"Saya sangat beruntung, Bunda Mega DPP, DPD PDIP, sama opsinya dengan yang saya minta, Pak Djarot. Kebetulan Pak Boy juga keberatan merangkap wagub dan ketua DPD. Sehingga dirinya pilih ketua DPD. Sehingga ya udah," imbuh Ahok.

Akhirnya pada 17 Desember 2014, Djarot resmi dilantik sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.


9 Mei 2017

Hampir tiga tahun Djarot mengantarkan Ahok sebagai wakil gubernur. Keduanya juga mencalonkan diri kembali sebagai Cagub-Cawagub dalam Pilkada DKI 2017. Tetapi keduanya wajib menelan pil pahit karena kalah dalam kontestasi tersebut. 

Tak cuma itu, Djarot juga nampak begitu kecewa ketika mengenal vonis majelis hakim terhadap Ahok dalam permasalahan penistaan agama. Begitu vonis hakim berakhir dibacakan, Ahok langsung dibawa ke Rutan Cipinang. Tidak berapa lama kemudian, mantan wali kota Blitar itu menjenguk Ahok di rutan. 


"Saya telah berjumpa sama Pak Ahok sama keluarganya ya dan adik dari beliau. Saya telah berkoordinasi. Yang saya hinggakan merupakan masih sabar dan dapat hadapi ini dengan cara bersama-sama masih dalam koridor konstitusi," ujar Djarot.

Dia dan Ahok juga menghormati keputusan majelis hakim. "Kami menghargai, menghormati keputusan yang telah disampaikan majelis hakim. Tapi kami juga memiliki hak untuk meperbuat proses banding. Artinya, pengacara juga telah meperbuat tugasnya," katanya.


Menyusul vonis tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo kemudian memberbagi surat penugasan terhadap Djarot sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta. Penyerahan surat penugasan itu diperbuat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (9/5/2017). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyerahkan surat penugasan tersebut langsung terhadap Djarot.

Djarot menerima surat penugasan sebagai Plt Gubernur DKI dari Tjahjo. Djarot dan Tjahjo kemudian bersalaman, tampak tidak ada senyum di wajah keduanya




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger