Home » , , , , , , , , , , , » Pelajaran dari Jupe, Penyebab Kanker Bisa Relaps Usai Dinyatakan Sembuh

Pelajaran dari Jupe, Penyebab Kanker Bisa Relaps Usai Dinyatakan Sembuh

Written By admin on Senin, 12 Juni 2017 | Juni 12, 2017


harian365.com - Juni 2015, Julia Perez atau Jupe pernah memkabarhukan dia sembuh dari kanker serviks. Tetapi setahun berlalu, pemilik nama orisinil Yulia Rachmawati ini kembali memkabarhukan kanker yang menggerogotinya telah memasuki stadium 4.

Jupe terbukti akhirnya meninggal dunia seusai bergelut melawan penyakitnya. Tetapi menurut seorang praktisi nasib sehat, ada tak sedikit pelajaran yang dipetik dari 'Mamita' terkait perjuangan serta kegigihannya dalam melawan penyakit ganas serta mematikan tersebut.

Dalam pengobatan kanker, umumnya dokter tak memakai istilah 'sembuh' melainkan remisi. Artinya mesikipun dengan cara fisik pasien telah sembuh, ia masih wajib kontrol serta khususnya wajib menjalani nasib sehat. Sewaktu-waktu, sel kanker dapat kembali menyerang atau 'relaps' apabila ada pencetusnya.

"Pasien yang mengalami relaps seusai mengalami remisi maka bakal disebut bahwa kankernya kambuh," kata Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari RS Cipto Mangunkusumo.

Dicontohkan oleh dr Ari, seorang pasien dengan kanker kolorektal yang ditemukan pada stadium 1-2 lalu mendapat pengobatan, dapat bersi kukuh di atas 5 tahun dengan menerapkan gaya nasib yang sehat. Ini yang dinamakan '5 years survival rate' dalam pengobatan kanker.

Sebaliknya, beberapa hal dapat menyebabkan kanker tersebut relaps dalam 1-2 tahun seusai pengobatan. Dapat sehingga sebab gaya nasibnya yang tak berubah menjadi lumayan sehat, atau sebab hal lain umpama paparan karsinogen atau pemicu kanker dari lingkungan.


Di segi lain, dr Ari mengaku tersentuh oleh semangat nasib Jupe yang tinggi selagi menjalani pengobatan. Tercermin dari unggahan-unggahan di akun Instagram, Jupe juga rutin mendapat dukungan positif dari kawan-kawan bintang film maupun keluarga dekat yang mendampingi.

"Ini adalah segi positif yang dapat dicontoh pasien lain supaya masih optimis serta masih semangat serta tak boleh berlarut-larut dalam kekecewaan saat dia divonis kanker bahkan saat telah divonis kanker stadium 4," kata dr Ari, yang adalah seorang konsultan kesehatan saluran cerna.


Bagi dr Ari, apa yang dialami Jupe sampai akhir hayatnya dapat menjadi pelajaran berharga terkait upaya pencegahan terutama pada kanker serviks. Juga mengenai semangat nasib meski keadaannya telah begitu parah. Andalan dr Ari untuk almarhumah Jupe, semoga husnul khotimah.





Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger