Home » , , , , , , , , , , , » PABBSI Pantau Latihan Atletnya Lewat Instagram Live

PABBSI Pantau Latihan Atletnya Lewat Instagram Live

Written By admin on Kamis, 22 Juni 2017 | Juni 22, 2017


harian365.com - Para lifter Indonesia sedang menjalani masa liburan. Via Instagram, Pengurus Besar Persatuan Angkat Logam Berat Seluruh Indonesia (PB PABBSI) pun bakal selalu mengamati supaya para atletnya itu tidak absen latihan.

Menjelang hari Raya Idul Fitri, para atlet tersebut telah diberbagi jatah liburan selagi delapan hari. Tapi Manajer Angkat Logam Alamsyah Wijaya tetap meminta para lifter menjaga keadaan, apalagi SEA Games tinggal kurang lebih 1,5 bulan lagi. 

"Sejak latihan Selasa (20/6) sore kemarin mereka telah kita pulangkan. Mereka bakal libur hingga Kamis (29/6) mendatang," kata Alamsyah terhadap hariansport, Kamis (22/6/2017). 

Jatah libur ini terbilang lama apabila dibandingkan saat persiapan lifter menuju Olimpiade Rio de Janeiro pada tahun lalu. Alamsyah mengakui, tapi meningkatkankan para lifter tidak melupakan keharusan latihan selagi liburan hari ini.

"Mereka leluasa dari latihan itu hanya saat lebaran saja selagi dua hari. Program latihan mereka tetap kita pantau lewat software. Kalau mau tahu mereka latihan alias tidak, ya kita pantau lewat live akun instagram masing-masing. Jadi setiap latihan mereka harus live instagram. Semua kan punya," bebernya.

Lagipula, imbuh Alamsyah, tanpa ada peraturan itu pun atletnya juga telah dewasa jadi punya kesadaran sendiri bahwa di depan mata bakal ada multievent penting.

"Ya, mereka punya kesadaran sendiri lah. Apabila tidak, ya diskusi lewat WhatsApp. Umpama, 'coach latihan saya semacam ini, tapi badan capek, boleh turun nggak volume latihannya?' Kan berarti dirinya latihan," tuturnya.

Alamsyah mengaku yang susah merupakan mengamati makanan. Tapi ia percaya para atletnya tetap mempunyai kesadaran tersendiri.

"Apa boleh buat. Kita telah wanti-wanti saat melepas mereka liburan kemarin. Semacam, 'Tolong ya, Eko jaga beratnya. Sebulan lagi'. Ya minimal dengan cara hati nurani tersentuh. Triyatno juga begitu, jadi kita ingatkan semua. Anak-anak telah paham itu," ucapnya.

Seusai Idul Fitri kelak para atlet PB PABBSI bakal fokus kembali berlatih. Tidak bakal ada acara training camp alias uji coba lagi hingga SEA Games. "Semua langsung fokus di Soreang saja untuk latihan," sebut Alamsyah.

Masih Berpersoalan dengan Akomodasi Atlet

Alamsyah juga membicarakan persoalan yang tetap dihadapi pihaknya terkait sertaa akomodasi atlet. Ia mengklaim bahwa akomodasi atlet pelatnasnya sejak awal tahun 2017 belum dibayarkan.

"Akomodasi belum bisa tapi sekarang telah dilangsungkan antara pihak hotel dengan pemerintah," kata Alamsyah.

Sejak memutuskan pindah ke GOR Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, dari sebelumnya di PP PON di Cibubur, PB PABBSI harus menalangi keperluan atletnya dari Januari hingga Juni ini. Belum lagi ditambah uang saku yang dua kali telat dalam satu semester. Tetap keren sebab Ketua Umum PABBSI Rosan P. Roeslani bisa menalangi ketelatan sertaa pelatnas, walau akhirnya harus diganti. 

"Dana akomodasi semacam hotel itu kita telah habis Rp 1 miliar dari Januari-Juni. Itu untuk mengakomodir 12 atlet, tiga pelatih, pelatih asing, juga manajer serta lainnya. Sebab hotel itu satu harinya Rp 350 ribu plus tiga kali makan," ungkap Alamsyah.

"Sekarang Rp 600 juta telah dibayarkan oleh Bapak Rosan, tinggal Rp 400 juta lagi. Kalau tidak semacam itu, bagaimana kita bisa tinggal di sana? Mungkin kalau ada tidak lebih-tidak lebih makanan sebab belum dibayar ya tambahin Rp 12 juta per bulan. Pandai-pandainya kita saja," lanjutnya.

Menurut Alamsyah persoalan sertaa pelatnas ini sejatinya bukan murni ketelatan saja, melainkan ada miss-communication antara Satlak Prima dengan pemerintah. Apabila terbukti ada aturan baru, ia mempertanyakan kenapa pemerintah tidak berinisiatif untuk bersikap proaktif serta membikin terobosan supaya kendala ini tidak semakin terjadi.


"Saya itu hingga datang ke bendahara sana sebab saya bimbang harus berbuat apa. Saya bilang, kita telah menalangi Rp 600 juta. Barulah dibilang, Bapak Alam persyaratannya semacam ini itu. Saya pikir harus ada terobosan lah dari Prima untuk faktor ini sebab sertaa training camp, try out, serta akomodasi hingga sekarang belum ada yang keluar. Yang selesai sekarang cuma uang saku saja. Saya hingga apatis dengan persiapan ini," tuturnya.

Sebab itu juga, tambah Alamsyah, timnya berpikir ulang untuk mengirim atlet mereka ke kamp pemusatan latihan serta ujicoba di luar negeri. Daripada harus dipusingkan dengan persoalan administrasi, PABBSI memilih fokus di berlatih di Soreang, Bandung, dengan waktu yang tersisa sebelum SEA Games, Malaysia, 19-30 Agustus 2017. 

"Habis lebaran ini tidak ada cerita kita fokus latihan. Daripada berpikir training camp serta try out lebih baik latihan saja untuk SEA Games, sebab menurut saya kalau tidak begitu tidak ada jalannya. Jadi yang bisa diperbuat dimaksimalkan saja," ujarnya.




Sumber : hariansport

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger