Home » , , , , , , , , , , » Olahraga Lebih Dianjurkan untuk Redakan Insomnia, Ini Alasannya

Olahraga Lebih Dianjurkan untuk Redakan Insomnia, Ini Alasannya

Written By admin on Kamis, 01 Juni 2017 | Juni 01, 2017


kabarbola365.com - Ketika diserang insomnia, obat tidur dikualitas lebih manjur serta cepat membikin kantuk. Namun sebetulnya ada tutorial yang sama ampuhnya serta juga leluasa efek samping.

Psikolog klinis Kelly Glazer Baron berbicara olahraga lebih baik dari obat tidur dalam menanggulangi insomnia.

"Dari satu penelitian yang kita perbuat terungkap wanita paruh baya yang mengidap tidak bisa tidur mengaku tidurnya membaik seusai berolahraga. Mereka juga mengaku lebih berenergi serta tak cenderung depresi lagi," katanya.

Meski demikian, peneliti tidur dari Arizona State University, Shawn Youngstedt berkata, olahraga mungkin tak semanjur obat tidur untuk menanggulangi insomnia. Hanya saja bila Kamu memperhatikan efek samping dari pengobatan, maka olahraga pasti lebih unggul.

"Obat tidur jelas sangat berbahaya, bahkan sama kurang baiknya dengan efek menghisap sekotak rokok dalam sehari," katanya semacam dilaporkan CNN.

Belum lagi efek samping lain semacam infeksi, mudah terjatuh serta demensia di usia senja bila dikonsumsi dalam waktu lama. Biasanya efektivitas obat tidur sendiri juga hanya bersi kukuh berbagai pekan saja.

"Jadi olahraga itu jelas lebih terjangkau, lebih menyehatkan serta bonusnya, penelitian membuktikan bahwa mereka yang mempunyai kebugaran fisik sebab berolahraga berisiko lebih rendah untuk mengalami insomnia," tuturnya.


Lalu berapa lama olahraga yang disarankan demi memperoleh istirahat yang optimal? Sebagian besar studi menyebut olahraga berintensitas sedang semacam aerobik selagi 2,5 jam perpekan, dikombinasikan dengan latihan kekuatan setidak sedikit 2 kali sepekan.

Selain aerobik, dapat juga dengan jalan cepat, bersepeda alias olahraga dengan alat bantu mesin di gym. "Lebih baik lagi diperbuat di luar ruangan sebab cahaya matahari dapat menolong membenahi pola tidur," tambah Youngstedt.

Sedangkan untuk waktunya, Youngstedt menyarankan pagi hari sebagai waktu paling baik untuk berolahraga. Tetapi bagi mereka yang terpaksa hanya dapat berolahraga di malam hari, Youngstedt berbicara ini tidak sehingga soal.

"Paling hanya 10 persen yang mengaku olahraga di malam hari mengganggu tidurnya. Tetapi itupun sebab mereka belum terbiasa saja. Bagi mayoritas dari kita, berolahraga di malam masih bakal menolong membenahi pola tidur kita," paparnya.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger