Home » , , , , , , , , , , , , » Mudik ke Trenggalek, Ada Cerita Pak Sigit Si Pecinta Penyu

Mudik ke Trenggalek, Ada Cerita Pak Sigit Si Pecinta Penyu

Written By admin on Minggu, 25 Juni 2017 | Juni 25, 2017


harian365.com - Mudik ke Trenggalek, jangan lewatkan destinasi yang satu ini. Di sana ada suatu  penangkaran penyu yang berawal dari perburuan.

Tidak sama dengan tempat wisata, penangkaran penyu kili-kili terletak jauh dari jalan utama. Kami butuh berlangsung kaki melalui sawah serta kolam ikan milik penduduk.

Penangkaran penyu di pantai kili-kili terletak antara Pantai Konang serta Pantai Pelang. Cocoknya di desa Wonocoyo kecamatan Panggul. Kami pernah bertanya terhadap penduduk kurang lebih untuk meyakinkan bahwa arah yang kami tuju benar.

Seusai hingga di kurang lebih pantai, baru tersedia tanda-tanda lokasi penangkaran. Gerbang besar bertuliskan penangkaran penyu bakal menyambut pengunjung.

Suasana penagkaran terkesan sepi, hanya ada pak Sigit yang adalah sukarelawan di kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) taman kili-kili.

Pak Sigit dengan ramah mengangkat kami menonton-lihat kolam tempat tukik berada. Ia membahas dengan cara lengkap mengenai penyu, masa bertelur, jumlah telur, serta semua faktor yang berkaitan dengan penyu.

Kami menyimak semua keterangan pak Sigit dengan akurat. Kami mendapat tak sedikit faktor baru yang kami belum tahu mengenai penyu.

Cerita yang paling hebat adalah ketika pak Sigit bercerita bahwa sebelum bergabung dengan pokmaswas. Dahulu ia adalah pemburu penyu.

Tetapi sekarang, ia justru menyelamatkan penyu serta telur-telurnya. Dari pengalamannya menjadi pemburu penyu, Pak Sigit tahu tak sedikit mengenai penyu.


Khususnya saat bertelur serta bagaimana penyu membikin celah telur tiruan untuk mengelabui predator. Sebab pengetahuan mengenai penyu yang luas, Pak Sigit dijuluki 'Bapak Penyu' oleh masyarakat.

Di penangkaran ini, telur-telur yang ada di pantai bakal dibawa ke penangkaran. Kemudian telur-telur bakal di tempatkan di kotak-kotak pasir yang diberi keterangan tanggal bertelur, jumlah serta jenisnya. Telur-telur ini bakal dipantau semakin menerus hingga menetas serta akhirnya dilepaskan ke laut.

Bahagia sekali kami dapat ke tempat ini serta mendapat pengetahuan baru. Pasti saja, ini semua berkah Pak Sigit. Yuk, main ke sini saat mudik ke Trenggalek!




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger