Home » , , , , , , , , , » Melewatkan Bulan Ramadan di Istanbul, Ini Kisahnya..

Melewatkan Bulan Ramadan di Istanbul, Ini Kisahnya..

Written By admin on Kamis, 29 Juni 2017 | Juni 29, 2017


harian365.com - Bulan Ramadan, bulan yang lebih baik dari 1.000 bulan. Melewatkan bulan Ramadan di Istanbul, Turki merilis pengalaman tersendiri. Semacam ini kisahnya..

Jum'at sore, di tengah sunyi serta tenangnya mu'tah. Iseng-iseng kami browsing di internet, lama jari serta mata ini berkelana di dunia maya yang isinya curhatan serta luapan mereka yang baper. Mungkin pula yang gengsi bilang kangen.

Entah kenapa naluri untuk 'mblakrak' muncul. Mesir menjadi destinasi kami awalnya, tetapi sebab persiapan yang tidak lebih. Akhirnya niat ziarah ke makam fir'aun pun kami urungkan. Ya, namanya penggemar backpaker pantang kembali sebelum bisa ganti. Tiba-tiba seolah ilham di tengah kesusahan, Turki menjadi tujuan serta destinasi kami. Ketika tiket terjangkau, serta visa mudah, bagi kami hanya ada satu kata: berangkat.

Seminggu kemudian, kami bergerak menuju Turki. Perjalanan Yordania-Turki apabila di tempuh dengan pesawat mungkin bakal tidak terasa. Jangan kaget kalau sejam kemudian kami telah berada di negaranya Mustafa Kemal Attaturk. Terbukti tidak hingga hangat duduk di kursi pesawat, Kamu telah hingga di Turki. Turki serta Yordania hanya dipisahkan oleh satu negara yaitu Suriah.

Dari Bandara Internasional Ankara, kami menujut Sakarya, suatu  kota yang mengagumkan dengan udaranya yang khas, serta tanahnya yang subur. Kami rehat sejenak sambil berkenalan dengan alam serta masyarakat Turki, negara yang besok bakal kami jelajahi.

Seusai kami berehat semalamaman di Sakarya, kami bergegas menuju Istanbul. Perjalanan menuju Istanbul kami tempuh dengan bis. Di dalam bus kota, kami disambut keramahaman khas masyarakat Turki. Teh seakan-akan menjadi faktor yang harus ada di setiap tongkrongan masyarakat Turki tidak kecuali di bis kota. Masyarakat Turki pun sangat menghargai waktu dimana semenit saja kami telat naik bis maka kami harus membeli tiket lagi. Tidak ada toleransi bagi mereka yang telat.

Seusai dua jam kami warnai waktu dengan tidur di bis, akhirnya hinggalah kami di Istanbul. Semacam kenangan mantan yang susah untuk dibinasakan, Istanbul menyimpan seribu satu kisah serta sejarah.


Istanbul menjadi saksi bakal kecerdasan serta kepiawaian Muhammad Al Fatih dalam taktik perang. Istanbul juga menjadi pusat kebudayaan kristen timur. Istanbul juga adalah suatu  muara yang mempertemuka dua benua serta kebudayaan besar Eropa-Asia.

Hari itu bukan hanya mata kami yang terpesona takluk bakal tata kota Istanbul tetapi hati kami juga bercahaya, tersentuh bakal suara adzan yang terpancar dari Blue Mosque. Jamaah datang membludak hingga ke jalan-jalan menyambut datangnya Ramadan, ditambah lagi dengan imam yang arti jadi meningkatkan keikhlasan kami dalam memulai tarawih di negerinya Erdogan ini.

Saya yakin Istanbul adalah tempat yang tepat untuk melatih bakat photografi Anda. Sekaligus sebagi banckground gambar undangan nikah Anda, sebab ke negeri manapun Kamu menjelajah, kalau jomblo apa artinya?




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger