Home » , , , , , , , , , , , , » Mau Jalan-jalan ke Sawah yang Cantik di Bali Seperti Obama?

Mau Jalan-jalan ke Sawah yang Cantik di Bali Seperti Obama?

Written By admin on Rabu, 28 Juni 2017 | Juni 28, 2017


harian365.com - Jatiluwih di Tabanan adalah salah satu destinasi yang dikunjungi Barack Obama saat di Bali. Di sanalah terpampang persawahan yang cantik.

Kalau mau jalan-jalan di sana, perlu anggaran berapa ya?

"Kalau cuma trekking alias jalan-jalan di sawahnya, itu gratis. Bayangkan saja semacam sawah-sawah di Pulau Jawa. Kalau cuma jalan-jalan serta gambar saja tak wajib bayar," ucap praktisi serta pemerhati pariwisata Bali, I Wayan Puspa Negara terhadap hariantravel, Rabu (28/6/2017).

Puspa yang juga menjabat sebagai Tenaga Pakar Pariwisata di DPRD Badung meningkatkankan, Jatiluwuh yang adalah desa bisa dikunjungi kapan saja. Di sanalah wisatawan bakal terhipnosis dengan persawahan yang sangat luas.

"Mungkin sebab wilayah sawahnya yang sangat luas, 600-an hektar jadinya terkesan indah," katanya.


Operator wisata pun tak sedikit yang memperkenalkan paket perjalanan ke Jatiluwih. Bisa trekking plus naik kuda, mobil Jeep serta lain-lain. Pasti saja, kalau mencoba itu semua wajib merogoh kocek. Tapi sekali lagi, kalau cuma trekking di sana supaya bisa semacam Obama, gratis!


Di Jatiluwih, wisatawan bisa bersantai di warung yang terletak di pinggir-pinggir sawahnya serta menonton kenasiban para petani dari dekat. Hamparan teratidak jarang persawahan yang hijau, udara yang bersih, suasana yang tenang, menjadikan tempat ini digemari oleh wisatawan. Plus berada di dataran tinggi Gunung Batukaru, menjadikan tempat ini sangat sejuk.

Sistem irigasi di Jatiluwih memakai sistem Subak, yaitu pengelolaan saluran air untuk menggenangi sawah yang diperbuat dengan cara berorganisasi. Sistem ini pun nyatanya telah dipakai sejak beratus-ratus tahun silam. Subak sarat bakal kekeluargaan serta sikap gotong royong. Subak pun membikin para petani untuk adil serta bersikap bijak dalam irigasi sawah. Dari situlah, UNESCO menetapkannya sebagai warisan budaya.


"Fasilitas di Jatiluwih telah lumayan memadai. Toilet, tempat parkir serta penginapan ada. Dari Denpasar ke sana kurang lebih 1 jam, sedangkan apabila dari pusat kota Tabanan hanya 30 menit saja," tutup Puspa. 




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger