Home » , , , , , , , , , , , » Masjid Tertua di Rumania, Dibangun Pada Abad ke-15

Masjid Tertua di Rumania, Dibangun Pada Abad ke-15

Written By admin on Senin, 19 Juni 2017 | Juni 19, 2017


harian365.com - Memperingati Ramadan di Rumania, ada tak sedikit faktor yang bisa diperbuat. Salah satunya adalah mengunjungi Masjid Esmahan Sultan yang dibuat pada abad ke-15.

Melalui ramadan di Eropa mempunyai kesan tersendiri. Waktu berpuasa yang panjang dari jam 3 pagi hingga dengan 9 malam (selama 18 jam) membikin siangnya sangat panjang. Waktu yang panjang tersebut menjadi tak terasa apabila kami kegunaaankan untuk berkunjung ke saudara muslim lokal serta mengunjungi masjid bersejarah.

Masyarakat muslim Indonesia di Bucharest bersama dengan duta besar Diar Nurbintoro serta Cut Dina mekegunaaankan akhir pekan pada bulan ramadan untuk mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Rumania. Muslim pertama di Rumania terkonsentrasi di daeraH Dobruja Utara, wilayah di pesisir laut hitam dengan pusat kota Constanta.

Sambil menikmati keindahan pemandangan landscape peralihan antara musim semi serta panas, rombongan menuju daerah laut hitam, cocoknya di Mangalia. Perjalanan yang membahagiakan itu melalui sungai Sertaube, sungai yang terpanjang kedua di Eropa yang memanjang dari Austria hingga ke Sertaube Delta bermuara di laut hitam yang masuk ke dalam wilayah Rumania. 

Sepanjang perjalanan kami menikmati indahnya bunga yang berwarna-warni, dari merah, kuning, serta ungu di hamparan lahan tanaman gandum. Kincir-kincir raksasa, pembangkit listips tenaga angin meningkatkan indahnya suasana. 

Sesekali kendaraan kami melalui penduduk kampung yang sedang mengendarai gerobak dengan keledainnya mengangkut produksi pertanian. Di sepanjang jalan di Constanta deretan ibu-ibu berjejer menjual buah hasil kebun sendiri, buah khas seperti cherry. 

Suasana pedesaan, jauh dari hingar bingar perkotaan ini memberbagi nuansa serta ketenangan tersendiri bagi kami yang sedang menunaikan ibadah puasa di negeri orang.

Tibalah rombongan di daerah Mangalia, di depan masjid tua yang diberi nama Masjid Esmahan Sultan. Di pintu gerbang ada ibu-ibu tua serta seorang pemuda menyambut kedatangan kami. Rupanya mereka sedang menjaga toko souvenir yang menjual berbagai souvenir khas muslim seperti cangkir teh terbuat dari metal serta souvenir berfoto masjid. 

Di pelataran masjid nampak kurang lebih 20 muslim tartar sedang melingkari suatu  meja. Mereka sedang berbincang-bincang sembari menantikan sholat dhuhur tiba. Kami pun mengucapkan salam serta menyalami mereka. 

Di masjid tersebut kami ditemui dua imam. Satu imam tartar bernama Khalil Ismet, serta seorang imam dari Turki bernama Shekh Muhlis. Satu imam lagi yang berumur muda Ablachim Onde, sedang tak ada di tempat. 

Kami pun dipersilahkan masuk untuk menonton interior masjid serta berdiskusi pendek tentang sejarah masjid. Masjid ini menampung kurang lebih 800 keluarga muslim yang didominasi oleh suku Tartar serta Turki di wilayah ini.

Nyatanya Masjid Esmahan Sultan ini adalah masjid tertua di Rumania, dibuat pada tahun 1573. Nama masjid diambil dari nama pendirinya yaitu Putri Esma, putri dari Sultan Selim II (1566-1574) serta sekaligus cucu dari Suleiman the Magnificent (1520-66). 

Putri Esma adalah istri dari Grand Wazir Sokollu-Mehmet Pasha (1565-1579) yang mengungsi ke Mangalia. Uniknya dari masjid ini adalah di lokasi masjid dijumpai sejumlah makam tokoh-tokoh populer pada masa lalu. Bentuk makam juga unik sebab nisannya dibentuk diujungnya menyerupai turban.

Suleiman the Magnificient adalah salah satu Sultan ternama di kekhalifahan Ustmaniyah seusai Mehmet II sang penakluk. Sultan Suleiman membentangkan kekuasaan hingga Austria, Mesir, Iran (dinasti safavid), Balkan, hingga hingga Afrika Utara (Tunisia). 

Panglima perang yang populer pada saat itu tergolong Grand Wazir Sokollu yang adalah suami dari Putri Esma. Sokollu memperoleh pendidikan dari Kekhalifahan Ustmaniyah sedari usia sangat muda. Terlahir dari keluarga Kristen Ortodoks di Serbia, Sokollu kecil dikirim ke Konstantinopel sebagai Janissari bersama anak-anak muda yang lainnya.

Janissari dalam masa kekhalifahan Ustmaniyah menjadi tentara khusus Sultan yang sangat mumpuni. Pendiriannya dimulai dari Sultan Murad I (1362-1389). Tentara tangguh yang mempunyai ketangkasan serta kedispilinan yang tinggi ini beranggotakan tentara yang terlahir dari keluarga Kristen. 


Di usia (12-16) tahun pemuda-pemuda ini dikirim oleh penguasa taklukan Ustmaniyah sebagai pengganti upeti tunai  serta sebagian besar berasal dari Albania, Bulgaria, Bosnia, Serbia, Kroasia, Yunani serta daerah taklukan lainnya. 

Mereka dididik di keluarga-keluarga muslim sebelum memperoleh pendidikan militer serta ketangkasan lain di istana Topkapi. Sistem pendidikan yang meritokrasi ini memungkinkan alumni Janissari ini mencapai karir yang tinggi seperti terjadi pada Sokollu-Mehmet Pasha yang menjadi Grand Wazir, jabatan setingkat perdana menteri yang adalah orang kedua seusai Sultan. Dobruja sendiri masuk ke dalam wilayah Kekhalifahan Ustmaniyah sejak tahun 1420.

Dengan bersilaturahim serta safari ramadan ke masjid-masjid bersejarah, masyarakat muslim Indonesia di Rumania bisa mengetahui sejarah Islam dengan lebih baik.




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger