Home » , , , , , , , , , , , » Libur Lebaran di Asahan, Mari Piknik Dulu ke 'Bedeng'

Libur Lebaran di Asahan, Mari Piknik Dulu ke 'Bedeng'

Written By admin on Kamis, 29 Juni 2017 | Juni 29, 2017


harian365.com - Traveler yang libur lebaran di Asahan, Sumut mesti coba piknik ke 'Bedeng'. Destinasi wisata alam ini memperkenalkan kesegaran sungai serta alam yang bikin rileks.

Bedeng, begitu masyarakat setempat menamai rekreasi ajaran sungai Asahan. Jembatan gantung yang membentang di atas sungai itu menjadi pemandangan tersendiri.

Tempat rekreasi panorama alam sungai Asahan ini berada di Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan, Kab Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Lokasi ini, saat hari libur, apa lagi saat lebaran, menjadi pilihan warga dari Kab Asahan serta kurang lebihnya untuk meluangkan waktu bersama keluarganya di sana. Suasana Bedeng pun ramai dikunjungi masyarakat.

Aliran sungai Asahan yang deras dengan bebatuan cadas, membikin suara gemuruh air. Kanan kiri ajaran sungai ditumbuhi rimbunnya pepohonan. Tebing yang menjulang tinggi di kurang lebih sungai menjadi panorama yang asri.

Sekalipun air sungainya sangat deras, tetapi masyarakat tetap dapat mandi di pinggiran. Warga kurang lebih, memberbagi batasan dengan tumpukan batu-batu cadas untuk memisahkan dengan ajaran sungai yang deras serta dalam itu. Dengan adanya batasan batu, anak-anaknya dapat mandi bersama keluarganya dengan aman.

Air sungainya sekilas terkesan ke warna hijauan. Pepohonan yang rindang, di tebing-tebing pinggiran sungai dijadikan warga setempat untuk duduk santai.

Warung-warung pun berdiri di tepi sungai. Untuk menuju mandi ke sungai, harus menapak di anak-anak tanggan yang terjal. Di bebatuan di tepi sungai, dijadikan warung-warung bermodalkan tenda plastik dengan tiang bambu serta kayu. Air sungai yang dingin, membikin warga betah untuk menghabiskan waktunya bermain.


Lokasi Bedeng ini, berada di jalur lintas Sigura-gura yang menghubungkan Kabupaten Asahan dengan Kabupaten Tobasa. Jalan status milik Provinsi Sumut itu, sebagian tetap terkesan hancur. Aspal mengelupas serta saat hujan kondisi jalan semacam kubangan kerbau.

Meski lokasinya lumayan menjaapabilan sebagai lokasi liburan alternatif, tetapi sayangnya, fasilitas umum yang disediakan di sana harganya begitu mencekik leher wisatawan.

Di kawasan objek wisata alam Bedeng ini, para pemilik warung di sana juga tak menjaga kebersihan. Begitu juga dengan pengunjung yang datang. Segala sampah baik dari pemilik warung serta pengunjung sama-sama membuang sampah ke ajaran sungai yang terdalam di Kab Asahan itu.

Tingkat kesadaran bakal ramah lingkungan, kesannya tetap jauh dari masyarakat. Pemilik warung dengan gampangnya membuang sampah dari atas jembatan gantung. Begitu juga warung yang berada di tahap bawah, juga membuang sampah ke sungai.

Selain itu, pemuda setempat memberbagi harga parkir kendaraan dengan harga mencekik leher. Bayangkan saja, untuk parkir mobil, harus membayar Rp 25 ribu. Untuk roda dua dipatok Rp 5.000.

Para pemilik kendaraan khususnya mobil sebetulnya keberatan dengan sistem harga parkir yang mencekik leher itu. Anehnya, apabila ditawar pengelola parkir justru berlaku kasar. Mereka tetap memaksa pengunjung untuk membayar tarif parkir tersebut.


Tidak hanya urusan parkir yang membikin warga jengkel. Hingga urusan mandi di sungai juga harus membayar. Untuk sekali mandi dipatok harga Rp 2.500 per orang. Apabila pengunjung ingin berganti pakaian, dikenakan tarif Rp 3.000.

"Harga parkirnya mahal, serta hanya mandi di sungai harus bayar. Padahal kami bukan mandi di kolam, tapi di sungai. Kenapa harus membayar mandi di sungai yang adalah ciptaan Tuhan," keluh Syafrin (35) warga asal Labuban Batu, Sumut terhadap hariantravel, Rabu (28/6/2017).

Warga juga mengeluhkan sekali gaya preman para pengelola parkir, serta yang hebat tarif untuk mandi. Bagi warga yang belum tahu serta langsung mandi, dengan garangnya mereka marah-marah serta membentak.

Begitu juga, bagi pemilik mobil yang protes bakal tarifnya yang harganya Rp 25 ribu, bakal didatangi para preman yang ada di lokasi itu.


"Masak hanya parkir saja kami telah membayar Rp 25 ribu. Padahal kami juga tidaklah berlama-lama. Sebab biasanya kami dari lokasi Bedeng, bakal meneruskan lagi ke tempat rekreasi lainnya di sepanjang ajaran sungai Asahan ini," kata Syafrin.

Untuk sekedar diketahui, di kawasan jalan lintas Sigura-gura ini terbukti tak sedikit objek wisata alam. Dari Bedeng, warga dapat melanjutkan ke tahap atas Bukit Barisan menuju air terjut Ponot serta air terjun Sampuran Harimau.

Ini belum lagi menengok ajaran sungai Asahan yang dijadikan tempat arung jeram bertaraf internasional. Ajaran sungai Asahan adalah lokasi arung jeram paling tinggi tingkat kesukarannya. Sehingga, lokasi di Sungai Asahan hanya diperuntukkan para penggemar arung jeram yang telah profesional. 




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger