Kisah Obama di Pulau Budak, Afrika

Written By admin on Sabtu, 24 Juni 2017 | Juni 24, 2017


harian365.com - Pernah menjadi Presiden AS, membikin Barack Obama mudah berkunjung ke tak sedikit destinasi. Semacam ke Pulau Goree di Afrika, yang dulunya tempat budak-budak.

Kali ini, Jumat (23/6) malam, Barack Obama bersama keluarga telah mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali. Selagi 6 hari, dirinya bakal berlibur menikmati keindahan Pulau Dewata. Membuka lembaran saat menjabat sebagai Presiden AS, dirinya telah tak sedikit berkunjung ke beberapa destinasi dunia.

Salah satunya yang mungkin jarang orang tahu merupakan Pulau Goree di Senegal, Afrika. Dalam catatan hariantravel, Obama berkunjung ke sana di tahun 2013 silam. Dirinya mengundang istrinya, Michelle Obama untuk berkeliling pulaunya.

Mari kami kenali Pulau Goree. Pulau kecil ini berjarak kurang lebih 1-2 km dari pelabuhan di Kota Dakar, ibukotanya Senegal. Pulaunya punya deretan pantai yang cantik, dan suasananya sangat tenang.


Dulunya Pulau Goree Merupakan 'Neraka'

Tapi pada abad pertengahan, Pulau Goree bak neraka bagi orang-orang Afrika. Karena mereka yang dijadikan budak bakal ditahan di sana. Sejarah mencatat, pada abad ke-14 hingga ke-19 Pulau Goree menjadi pusat perdangan budak Afrika. Seluruh budak-budak dari Afrika bakal ditampung di sana, yang kemudian oleh bangsa Portugis, Belanda, Inggris dan Prancis dipasarkan terhadap para pelaut untuk diperdagangkan ke beberapa belahan dunia. Tergolong, hingga ke Amerika.

Budak-budaknya, ada yang dari anak-anak hingga orang tua dan pria dan wanita. Di daerah pelabuhannya, tersedia kurang lebih 20 rumah yang lumayan besar bergaya bangunan Eropa. Di situlah, para budak bakal disimpan. Walau terkesan besar dari luar, ternyata penuh sesak. Bayangkan saja, satu ruangan sebesar 2 x 2 meter diisi oleh 20 orang lebih. Mereka bakal saling berdiri berhimpitan, hingga-sampai tidur pun wajib berdiri.

Belum berakhir hingga di situ. Beberapa penyiksaan yang dialami para budak, sungguh tidak manusiawi. Kaki mereka, baik yang kanan dan kiri bakal diberi pemberat sebesar 5 kg supaya tidak kabur. Makanan yang diberi juga tidak layak. Tidak sedikit budak yang meninggal di sana, lalu dikebumikan dengan tutorial dibuang ke laut begitu saja.





Saat proses jual beli, budak-budak bakal disuruh bugil serta berlangsung di depan para pembeli. Telah fisik yang disiksa, mentalnya dihancurkan pula. Miris!

Tercatat telah lebih dari 50 ribu budak Afrika yang sempat merasakan kejamnya Pulau Goree. Harga jual mereka, tergantung dari alangkah kuatnya serta berasal dari etnis mana.

Seusai AS dibawah ceo Abraham Lincoln pada awal abad ke-19 menghilangkan perdagangan budak, maka pelan-pelan beres pula perdagangan budak di dunia. Pulau Goree pun ditinggalkan oleh bangsa barat, yang penduduknya kembali bisa menjalani nasib dengan normal.




Tahun 1978, UNESCO memasukan Pulau Goree sebagai salah satu Warisan Dunia. Bangunan-bangunan bersejarah di sana masih terjaga serta dirawat dengan baik. Sebagai sebuahkenangan, yang mengfotokan alangkah suramnya perbudakan di zaman dulu.

"Pulau Goree merupakan bukti, ketika kami tak membela hak asasi manusia," kata Obama tentang pulau tersebut.




Dari gambar-gambar yang dipublikasikan Official White House Photo, Obama datang ke sana dengan kemeja putih. Selagi mengelilingi bangunan bekas penampungan budak, raut wajahnya tampak kecewa dengan dahi mengkerut.

Ada pula gambar Michelle Obama yang terkesan, dia sedang memandang ke luar jendela sambil menonton anak-anak kecil bermain di kurang lebih bangunannya. Tentu, satu gambar dapat mendefinsikan1.000 cerita bukan?



Selain Presiden AS Barrack Obama, berbagai tokoh dunia semacam mendiang Nelson Mandela, Paus Yohanes Paulus II serta George W Bush juga sempat berkunjung ke Pulau Goree. Saat ini pulaunya dihuni oleh kurang lebih 1.300 orang yang nasib dengan damai serta tenang.




Sumber : hariantravel

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger