Home » , , , , , , , , , , » Kebanyakan Main Gadget, Level Aktivitas Remaja Setara dengan Lansia

Kebanyakan Main Gadget, Level Aktivitas Remaja Setara dengan Lansia

Written By admin on Minggu, 25 Juni 2017 | Juni 25, 2017


harian365.com - Menghabiskan waktu bersama gadget menjadi keseharian hampir semua generasi muda dewasa ini. Fakta ini diamini oleh tidak sedikit pihak tetapi mungkin tidak tidak sedikit yang sadar dengan akibatnya.

Penelitian terakhir mengungkap kebiasaan itu mengakibatkan rata-rata remaja dan orang dewasa muda di Amerika mempunyai keaktifan fisik semacam halnya lansia berumur 60-an tahun.

Peneliti mengungkap fakta ini seusai memantau data lebih dari 12.500 orang dari beberapa rentang usia yang digunakankan alat pelacak aktivitas selagi 7 hari berturut-turut.

Lebih dari 25 persen remaja laki-laki dan 50 persen remaja perempuan berumur 6-11 tahun dan 50 persen pria muda dan 75 persen wanita muda berumur 12-19 dilaporkan mempunyai aktivitas fisik yang rendah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan sedikitnya 60 menit olahraga sedang alias berat untuk mereka yang berumur 5-17 tahun. Tetapi mereka yang diamati dalam penelitian justru tidak ada yang memenuhi rekomendasi tersebut.

"Tingkat aktivitas fisik para remaja dewasa ini sungguh mengkhawatirkan, dan nyatanya di usia 19 tahun, mereka telah bisa dibandingkan dengan orang-orang berumur 60-an," ungkap peneliti, Vadim Zipunnikov dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Baltimore semacam dilaporkan Medical News Today.http://www.harian365.com/search/label/harian%20hot


Fakta lain yang ditemukan peneliti merupakan satu-satunya masa di mana terjadi kenaikan aktivitas fisik pada generasi yang sama hanya berjalan pada usia 20-an, tetapi begitu memasuki usia paruh baya dan lansia, aktivitas fisik mereka menurun kembali.

Bahkan walau para pria dilaporkan lebih aktif berolahraga dibanding wanita, ketika memasuki usia paruh baya, aktivitas fisik mereka bakal bertidak lebih drastis. Dan di kalangan lansia, pria dilaporkan mempunyai tingkat aktivitas yang lebih rendah daripada wanita, walau hanya yang intensitasnya ringan.


Lewat studi ini, peneliti juga mencoba mengidentifikasi waktu-waktu di mana aktivitas fisik paling tidak jarang diperbuat dan tidak. "Untuk anak usia sekolah, jendela aktivitasnya berkisar pada jam 2 siang sampai 6 petang. Dari sini kami mungkin bisa memodifikasi jadwal harian mereka dan menyelipkan kegiatan fisik di sela-selanya," kata Zipunnikov.

Alternatif lainnya merupakan di pagi hari, di mana anak-anak dan remaja biasanya tidak terlalu tidak sedikit beraktivitas. "Jenis aktivitas fisiknya juga tidak melulu yang sedang alias berat, tetapi juga yang intensitasnya rendah, ini wajib sama-sama didorong," tutupnya.

Tidak lebihnya aktivitas fisik berulang kali dikampanyekan bisa memicu kematian dini alias munculnya beragam penyakit serius semisal penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, depresi dan beberapa tipe kanker.




Sumber : harianhealth

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger