Home » , , , , , , , , , , , , » Kalau Saja Obama Sempat Cicipi Nasi Merah yang Pulen Wangi dari Desa Jatiluwih

Kalau Saja Obama Sempat Cicipi Nasi Merah yang Pulen Wangi dari Desa Jatiluwih

Written By admin on Selasa, 27 Juni 2017 | Juni 27, 2017


harian365.com - Singgah ke persawahan Subak di Jatiluwih kemarin, Obama menonton langsung pertanian padi di sana. Semacam apa rasa nasi dari desa Jatiluwih ini? 

Desa Jatiluwih terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali. Dihuni oleh 883 kepala keluarga dengan 303 hektar sawah. Gunung Sari nampak menjulang di belakang sawah berundak alias teratidak jarang yang menghijau. Suatu  pemandangan indah semacam lukisan. 

Tradisi tepat tanam dengan sistem subak, tidak sekedar menanam padi dan menggenangi saja namun mengandung filosofi. Hubungan manusia dan alam dan Tuhan. Tidak heran apabila tradisi beratus-ratus tahun ini kemudian mendapat apresiasi dari PBB sebagai Warisan Adat Dunia. 


Pelestarian subak juga butuh diiringi dengan terjalinnya hubungan produsen dan konsumen. Harus ada jalur distribusi hasil pertanian subak di Jatiluwih ini sampai ke tangan konsumen. Apa bedanya beras dari Jatiluwih dengan pertanian lain? 

Dalam kunjungan harianfood ke desa Jatiluwih berbagai waktu lalu, tokoh subak dan Kelompok Ekowisata Suranadi, I Gede Suweden, menyuguhi kita dengan makanan khas Jatiluwih. 

Beras merah organik Jatiluwih tergolong tipe short grain, berbulir kecil pendek. Ditumbuk dengan cara manual dengan lumpang dan alu jadi kulit arinya tetap melekat. Nasi beras merah ini disaapabilan dengan lauk-pauk dari kebon dan sawah di Jatiluwih. 


Ayam bakar kecap, urap pakis, ayam suwir dan nangka muda dengan bumbu kecombrang alias rias. Tidak ketinggalan sambal matah sebagai pelengkap harus. Nasi merahnya empuk, pulen dengan bau wangi padi yang semerbak.

Jangan ditanya lagi renyahnya pakis muda, nangka muda dengan wangi kecombrang. Makan dengan tangan, pasti bakal meningkatkan lahap suapan ayam suwir yang wangi dan sambal matah yang segar pedas. .


Bonus yang kita bisa merupakan semilir angin gunung dan hamparan sawah berundak menghijau cantik di depan mata. Air sejuk dari gunung sebagai air minum. Sajian inipun makin sempurna dengan secangkir kopi organik dari Jatiluwih dan sebungkus lemet. Lemet merupakan singkong parut yang diaduk dengan gula merah. 


Yang bikin istimewa, gula merah Jatiluwih dibangun dari nira yang dipanaskan dengan api kayu bakar. Tidak hanya legit wangi juga ada bau 'smoky' yang harum. Andai saja Obama punya sedikit waktu lebih tidak sedikit di Jatiluwih, ia pasti terpesona dengan kelezatan alamiah di sini. 

Jadi, kalau ke Bali, wisata agro di Jatiluwih bisa jadi opsi menyenangkan




Sumber : harianfood

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger