Home » , , , , , , » Kala Markus PN Jaksel Tak Berkutik Saat Hadapi Penyamaran Artidjo

Kala Markus PN Jaksel Tak Berkutik Saat Hadapi Penyamaran Artidjo

Written By admin on Rabu, 14 Juni 2017 | Juni 14, 2017


harian365.com - Makelar permasalahan atau markus di pengadilan terbukti adanya. Pelakunya tidak jauh-jauh, dari internal pengadilan sendiri. Salah satunya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Mereka dibangun tidak berkutik saat ceo Mahkamah Agung (MA), tergolong Artidjo Alkostar menyamar meperbuat sidak. Hasilnya, 2 pegawai PN Jaksel dikenai sanksi tegas, 1 di antaranya dipecat.

"Jadi ada pegawai senior di sini atas nama US serta H. US ini pegawai senior di sini," kata humas PN Jaksel, Made Sutrisna saat berbincang dengan harianhot di ruang kerjanya, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).


Dalam aksinya, US yang sehari-hari sebagai PNS PN Jaksel dengan tugas juru sita itu, mengaku sebagai pengacara. Bila ada masyarakat yang mau berurusan di PN Jaksel, dirinya aktif memperkenalkan diri dapat mengurus perkara. Dari pengurusan arsip hingga mempercepat putusan alias penetapan.

"Seperti jasa untuk mengurus surat surat yang berkaitan dengan pengadilan," ucap Made.

Tetapi, Made tak tahu berapa tarif yang dipungut oleh US dalam aksinya.

"Kita nggak dapat jelaskan telah berapa lama, yang jelas dirinya merupakan tahap senior di PN Jakarta Selatan. Sejak kapannya tak dapat mengenal persis," ucap Made.

Adapun kolega US, H dihukum lebih ringan. Ia hanya dikenakan sanksi penundaan kenaikan gaji. Modus H mirip diperbuat US, hanya saja derajatnya lebih ringan dari US. H mengaku dapat menolong mengurus arsip di pengadilan, padahal ia pegawai pengadilan sendiri. 

"Itu sehingga rusak nama pengadilan sebab dipasarkan-jual," kata Made.

Made menegaskan aksi para PNS pengadilan itu tak hingga ke meja hakim. 


"Nggak (sampai mengatur majelis). Ini pegawai , staf juru sita hanya mencari serta menjual jasa saja untuk memperlancar itu, dirinya buat kartu nama seakan-akan pengacara serta punya jalan masuk yang keren ke pengadilan," papar Made. 

"Berapa bayaran mereka dalam aksinya?" tanya harianhot.

"Tidak terungkap sebab terbukti tak ketangkap OTT (ceo MA)," jawab Made.

Sebagaimana diketahui, pada Februari 2017 lalu ceo MA meperbuat penyamaran serta sidak ke beberapa pengadilan di Jabodetabek. Para pegawai sama sekali tak tahu bila yang bertamu merupakan petinggi pengadilan di negeri ini. 




Sumber : harianhot

Share this article :
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Harian365 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger